BANJARMASIN – Semesta Buku 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Dispersip Kalsel, Sabtu (27/6/2026), mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Sejak pagi, terlihat ratusan pengunjung dari berbagai kalangan tampak memadati area bazar buku untuk berburu bacaan favorit dengan harga terjangkau.
Tidak hanya pelajar dan mahasiswa, kegiatan literasi terbesar di Banua tersebut juga menarik perhatian para guru, orang tua, komunitas literasi hingga masyarakat umum yang datang untuk membeli buku sekaligus mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
Beragam stan penerbit dan toko buku ramai dikunjungi pengunjung yang antusias memilih buku-buku bertema pendidikan, pengembangan diri, keagamaan, hingga novel populer. Diskon menarik yang ditawarkan sejumlah penerbit turut menjadi daya tarik tersendiri.
Salah seorang pengunjung, Royani mengaku sengaja datang ke Semesta Buku 2026 untuk menambah koleksi buku sekaligus mencari referensi yang dapat menunjang perkuliahannya.
“Saya senang sekali dengan adanya kegiatan seperti ini karena banyak pilihan buku yang sulit ditemukan di tempat lain. Harganya juga lebih terjangkau karena banyak promo dan diskon. Selain membeli buku, kita juga bisa menambah wawasan melalui talkshow dan bedah buku yang diselenggarakan,” ujar sosok asal mahasiswa di Banjarmasin ini.
Menurut Royani, kegiatan literasi seperti Semesta Buku sangat penting untuk menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa yang membutuhkan banyak referensi untuk mendukung proses belajar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan setiap tahun dengan menghadirkan lebih banyak penerbit dan penulis nasional maupun lokal.
Selain bazar buku, pengunjung juga terlihat antusias mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia, mulai dari bedah buku, sesi berbagi pengalaman membaca, workshop, hingga berbagai lomba yang melibatkan anak-anak dan pelajar.
Senada juga diungkapkan, Arif. Ia mengaku antusias menghadiri Semesta Buku 2026. Karena menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang tepat untuk mendapatkan buku berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
“Saya memang sengaja datang untuk mencari beberapa buku pengembangan diri dan referensi kuliah. Pilihan bukunya cukup lengkap, banyak diskon, dan suasananya juga nyaman. Semoga acara seperti ini bisa lebih sering diadakan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Arif.
Sebelumnya, Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni mengatakan Semesta Buku 2026 akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran buku, tetapi juga ruang edukasi, inklusi sosial, serta pengembangan kapasitas masyarakat melalui berbagai aktivitas literasi.
Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari bazar buku, bedah buku bersama penulis nasional dan lokal, lomba tahfiz, lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK, parenting, reading sharing, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga bimbingan teknis bagi pustakawan.
“Sinergi dan kebersamaan harus terus kita bangun untuk meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan. Literasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas perpustakaan,” kata Mawarni.
Selain memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan minat baca, Semesta Buku 2026 juga menjadi wadah apresiasi bagi penulis lokal melalui kegiatan bedah buku dan diskusi literasi.
Semesta Buku 2026 akan berlangsung hingga 5 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, termasuk bedah buku bersama penulis nasional dan lokal, lomba, bimbingan teknis, hingga talkshow literasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi masyarakat Banua. (Adv/Ilh)
















