BANJARMASIN – Kelompok Studi Seni Sanggar Taman Budaya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sejarah dan budaya Banjar melalui pementasan teater bertajuk “Demang Lehman” di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kota Banjarmasin, Sabtu (18/7/2026) malam.
Pementasan tersebut merupakan bagian dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang menghadirkan kisah perjuangan pahlawan Banjar, Demang Lehman, sebagai media edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Pembina Sanggar Taman Budaya, Hj Elly Rahmi mengatakan pementasan teater dipilih sebagai sarana mengenalkan sejarah kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Menurutnya, melalui pertunjukan teater, masyarakat tidak hanya menikmati sajian seni, tetapi juga dapat memahami perjalanan sejarah serta semangat perjuangan tokoh-tokoh Banua.
“Melalui teater, masyarakat bisa mengetahui bagaimana kisah dan perjuangan Demang Lehman. Cara ini juga lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia menuturkan, Sanggar Taman Budaya tidak hanya berupaya melestarikan seni pertunjukan, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah Kalimantan Selatan agar tetap dikenal lintas generasi.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan bagi para pegiat seni muda agar mampu menjadi penerus yang terus mengembangkan seni dan budaya daerah.
Dalam pementasan kali ini, sebanyak 85 pegiat seni lokal terlibat, terdiri atas 60 orang aktor dan 25 kru yang seluruhnya merupakan seniman asal Kalimantan Selatan.
“Kami ingin terus melahirkan generasi penerus seni budaya sekaligus memperkenalkan sejarah daerah melalui pertunjukan yang menarik,” ungkap Elly.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Edy Suharto, mengapresiasi konsistensi Sanggar Taman Budaya dalam menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai edukasi dan pelestarian budaya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sanggar seni menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan.
“Ini merupakan wujud kolaborasi yang efektif antara pemerintah dengan sanggar. Sanggar Taman Budaya juga menjadi salah satu barometer bagi sanggar-sanggar lainnya di Kalimantan Selatan,” katanya.
Ia menambahkan, kisah perjuangan Demang Lehman yang diangkat dalam pementasan kali ini menjadi pilihan yang menarik karena mampu mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai perjuangan para pahlawan daerah sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya Banua. (Ilh)















