BANJARMASIN – Upaya mempercantik wajah pariwisata sungai terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Kali ini, Pemkot mendorong peningkatan kualitas layanan wisata susur sungai dengan memberikan identitas baru bagi para motoris kelotok yang kini resmi disebut sebagai “kapten kapal”.
Program tersebut ditandai dengan pemasangan atribut kerja secara simbolis kepada para kapten kapal wisata oleh Wali Kota Muhammad Yamin HR di Banjarmasin Culture Hub, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan itu juga dirangkai dengan bimbingan teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kemampuan pelayanan, keselamatan, dan etika para pengemudi wisata sungai yang selama ini menjadi salah satu ikon Kota Seribu Sungai.
Menurut Muhammad Yamin HR, perubahan sebutan tersebut merupakan bagian dari pembenahan sektor wisata agar terlihat lebih profesional dan modern di mata wisatawan.
“Dengan adanya perubahan ini, mereka bukan lagi paman kelotok tapi kita sebut kapten kapal kelotok wisata yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Ia menilai wisata susur sungai tidak hanya menawarkan pemandangan sungai dan kehidupan bantaran, tetapi juga pengalaman pelayanan yang nyaman dan berkesan bagi pengunjung.
Karena itu, Pemkot menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, sopan, dan sesuai standar keselamatan selama beroperasi.
“Kita ingin pengunjung bisa menikmati susur sungai dengan aman dan nyaman. Kita tunjukkan orang Banjar itu menjunjung tinggi etika dan sopan santun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Budporapar Ibnu Sabil menyampaikan sebanyak 80 kapten kapal wisata mendapatkan perlengkapan kerja baru berupa seragam, topi, dan pin identitas.
“Para kapten tersebut merupakan motoris yang melayani wisatawan di kawasan Siring Menara Pandang hingga Patung Bekantan,” bebernya.
Menurut Ibnu, penggunaan atribut yang seragam diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap layanan wisata sungai di Banjarmasin.
“atribut tersebut wajib digunakan saat bertugas agar identitas pelayanan wisata sungai Kota Banjarmasin semakin kuat dan mudah dikenali wisatawan,” tutupnya.
Dengan pembaruan ini, Pemkot berharap wisata susur sungai tidak hanya menjadi daya tarik budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor ekonomi masyarakat dan menghidupkan kembali citra Banjarmasin sebagai kota wisata berbasis sungai atau waterfront city.















