JAKARTA – Kebijakan pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menuai kritik tajam dari DPR RI.
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menilai langkah tersebut dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi kepada masyarakat.
“Kenaikan ini cukup signifikan dan dilakukan tanpa ancang-ancang. Tentu sangat memberatkan rakyat,” ujar Mufti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Seperti diketahui, Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026 untuk sejumlah jenis, di antaranya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan ini disebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada publik.
Berdasarkan data dari aplikasi MyPertamina, harga Pertamax Turbo (RON 98) melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Adapun harga BBM subsidi masih tetap.
Mufti menilai kebijakan ini sebagai langkah mundur, terutama setelah sebelumnya pemerintah dinilai berhasil menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah tekanan global.
“Baru saja masyarakat merasa tenang karena harga tidak naik, tiba-tiba sekarang melonjak tanpa kesiapan dan komunikasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak luas kenaikan BBM nonsubsidi yang tidak hanya dirasakan kalangan menengah ke atas, tetapi juga masyarakat kecil. Hal ini dipicu oleh sulitnya akses terhadap BBM subsidi di sejumlah daerah.
“Banyak masyarakat yang seharusnya berhak justru tidak mendapatkan BBM subsidi, sehingga terpaksa membeli nonsubsidi yang kini harganya tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan persoalan distribusi yang belum optimal dan berpotensi membebani masyarakat secara langsung.
Mufti pun mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. Ia juga meminta adanya penyesuaian harga jika kondisi global mulai membaik.
“Kalau harga minyak dunia turun, maka harga di dalam negeri juga harus segera disesuaikan. Jangan menunggu tekanan dari rakyat,” tegasnya.
















