BANJARMASIN – Film horor Pirunduk menggelar gala premiere di XXI Duta Mall Banjarmasin, Minggu (18/10/26).
Film ini mengangkat urban legend Tanah Banjar, dan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026 mendatang.
Gala premiere di Kota Banjarmasin tampak disambut antusias oleh masyarakat yang ingin menyaksikan film horor dengan latar cerita rakyat Kalimantan Selatan. Acara ini turut dihadiri para pemain lokal Kalimantan Selatan serta sejumlah pemeran dari Jakarta, termasuk pemeran utama Aulia Sarah dan sutradara Billy Christian.
Film produksi Pichouse Films, Pentana Production Studio, dan Bimasakti Pictures Production ini melibatkan mayoritas pemain dan kru lokal. Kehadirannya menjadi salah satu upaya memperkenalkan legenda dan kekayaan budaya Banjar melalui industri perfilman nasional.
Penulis skenario sekaligus produser Bimasakti Pictures, Budi Ismanto menyampaikan bahwa Pirunduk merupakan film yang diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
Menurutnya, kedekatan film ini dengan masyarakat Banua terlihat dari cerita yang diangkat, keterlibatan talenta lokal, hingga lokasi produksinya yang seluruhnya berada di Tanah Banjar.
“Film Pirunduk ini adalah sebuah film yang menurut saya kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Ceritanya mengangkat kisah yang menjadi legenda, urban legend di Tanah Banjar. Kemudian hampir 95 persen pemainnya adalah asli orang Banjar, kru-nya 60 persen asli orang Banjar, dan lokasi syutingnya semuanya di Tanah Banjar. Jadi ini benar-benar film orang Banua,” ujar Budi.
Ia berharap masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan pada umumnya dapat memberikan dukungan dengan menyaksikan film tersebut di bioskop. Dukungan penonton dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif daerah.
Sebelum menggelar gala premiere di Banjarmasin, Pirunduk telah lebih dahulu mengadakan pemutaran perdana di Jakarta pada 15 Oktober 2026.
Budi mengaku bersyukur atas respons positif yang diterima film tersebut dari pencinta film Indonesia.
Angkat Urban Legend Tanah Banjar
Film Pirunduk disutradarai Billy Christian dengan mengangkat kisah horor yang berakar dari cerita rakyat Kalimantan Selatan.
Film ini mengisahkan Siti (Aulia Sarah), seorang perempuan yang menikahi juragan Badarudin (Bucek Depp) demi melunasi utang ayahnya. Namun, pernikahan tersebut justru membuat Siti terjebak dalam rumah tangga penuh kekerasan.
Dalam kondisi terdesak, Siti memilih mempelajari ilmu hitam Pirunduk untuk menundukkan suaminya. Keputusan tersebut membawa konsekuensi mengerikan yang mengancam dirinya, Badarudin, hingga seluruh warga desa.
Cerita tersebut memadukan konflik rumah tangga, misteri, dan teror supranatural dengan latar budaya lokal yang menjadi ciri khas film ini.
Selain Aulia Sarah dan Bucek Depp, film ini turut dibintangi Yoriko Angeline, Boy Idrus, Alam Jaya, serta puluhan talenta lokal Kalimantan Selatan.
Sejumlah pemeran lokal yang terlibat di antaranya Bastari Bayu sebagai Jamal, Acil Imas, Leny Murdalisa, Ariel Lawang, Hj. Merry, Budi Rab, Wahyu Sesaji atau Wahyu Hidayat, dan Sahran.
Keterlibatan para pemain lokal tersebut menjadi salah satu kekuatan Pirunduk dalam memperkenalkan urban legend Tanah Banjar kepada penonton yang lebih luas.
Donasikan Rp200 Juta untuk Daerah Terdampak Karhutla
Selain memperkenalkan cerita lokal, gala premiere Pirunduk juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui kolaborasi dengan MD Entertainment Foundation, tim film Pirunduk menggalang dana melalui platform KitaBisa untuk membantu daerah terdampak karhutla.
Sebagai bentuk dukungan awal, Pentana Studio menyerahkan donasi sebesar Rp200 juta secara simbolis kepada Mahran Haydar selaku perwakilan MD Entertainment Foundation.
Budi mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk keprihatinan para pemain, kru, dan jajaran eksekutif film terhadap kondisi Kalimantan yang terdampak kabut asap.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lebih banyak pihak untuk ikut peduli dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Sutradara Pirunduk, Billy Christian berharap film ini dapat menjadi inspirasi bagi sineas lain untuk mengangkat mitos dan legenda dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga berharap kondisi Kalimantan segera membaik, terutama di tengah bencana kabut asap yang berdampak pada masyarakat.
“Kami jajaran kreator dan produser berharap agar situasi di Kalimantan segera membaik. Dan semoga film ini bisa menjadi pemicu buat teman-teman lain untuk mengangkat tema-tema lokal. Saya yakin Indonesia itu punya banyak sekali mitos-mitos dan legenda, dan kami memulainya lewat tanah Kalimantan ini lewat film Pirunduk,” ungkap Billy.
Sebagai informasi, Film horor Pirunduk dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Film ini disutradarai Billy Christian dan melibatkan sekitar 95 persen pemain lokal Kalimantan Selatan.
Sejumlah pemeran lokal yang terlibat di antaranya Bastari Bayu sebagai Jamal, Acil Imas, Leny Murdalisa, Ariel Lawang, Hj. Merry, Budi Rab, Wahyu Sesaji atau Wahyu Hidayat, Sahran, serta puluhan talenta lokal lainnya.
Keterlibatan para pemain lokal tersebut menjadi salah satu kekuatan film Pirunduk dalam mengangkat urban legend Tanah Banjar ke layar lebar. (Ilh)
Editor: Nanang
















