BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menghadirkan ruang literasi bagi masyarakat melalui kegiatan Bedah Buku “Tanpa Sorot Lampu” karya penulis muda Andi Aulia Khairunnisa.
Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 08.00-11.00 WITA di Aula Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan A. Yani Km 6 Banjarmasin.
Selain dapat diikuti secara langsung, kegiatan juga akan disiarkan melalui kanal YouTube Dispersip Provinsi Kalsel.
Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni mengatakan kegiatan bedah buku merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga memahami gagasan, berdiskusi, serta membangun ruang dialog yang produktif antara penulis dan masyarakat.
“Melalui kegiatan bedah buku ini, kami ingin menghadirkan ruang literasi yang lebih hidup. Masyarakat tidak hanya membaca karya, tetapi juga dapat memahami proses kreatif penulis, berdiskusi, dan mengambil nilai-nilai positif yang terkandung dalam sebuah buku,” ujarnya.
Sri Mawarni berharap kegiatan tersebut dapat mendorong tumbuhnya semangat membaca dan menulis, khususnya di kalangan generasi muda Banua.
“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memperkuat budaya literasi masyarakat Kalimantan Selatan. Semakin banyak masyarakat yang membaca dan berdiskusi tentang buku, maka semakin baik pula kualitas sumber daya manusia yang kita miliki,” katanya.
Buku Tanpa Sorot Lampu yang akan dibedah merupakan karya Andi Aulia Khairunnisa yang mengangkat berbagai refleksi kehidupan dengan gaya penulisan yang dekat dengan pembaca muda. Kehadiran penulis secara langsung diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi peserta yang memiliki minat di bidang kepenulisan.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Dispersip Kalsel bersama sejumlah mitra, di antaranya Gramedia, Bank Indonesia, Bank Kalsel, Grasindo, Bentang Pustaka, Gramedia Edukasi, dan berbagai pihak lainnya yang mendukung pengembangan literasi di daerah.
Selain mendapatkan wawasan langsung dari penulis, peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat serta menikmati sesi diskusi interaktif. Kuota peserta luring terbatas dan dapat mendaftar melalui tautan yang telah disediakan panitia.
Melalui kegiatan bedah buku ini, Dispersip Kalsel berharap budaya membaca, menulis, dan berdiskusi dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih literat, kreatif, dan berdaya saing. (Adv/ilh)
















