BANJARMASIN – Pagi buta, warga di Jalan Pandu Gang Damai, Kecamatan Banjarmasin Timur, dikejutkan dengan kebakaran yang terjadi pada Kamis (3/9/26).
Api berkobar dan melalap sejumlah bangunan di kawasan tersebut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, sedikitnya empat rumah dan satu bedakan dua pintu terdampak dalam peristiwa tersebut.
Empat unit sepeda motor juga ikut terbakar akibat kobaran api yang melanda kawasan permukiman tersebut.
Musibah ini turut berdampak terhadap tujuh kepala keluarga (KK) atau sebanyak 23 jiwa.
Salah seorang warga terdampak, Fauzi mengatakan dirinya tidak berada di rumah ketika kebakaran terjadi. Saat itu, ia sedang menjalankan tugas di salah satu rumah sakit.
Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dan langsung menuju rumahnya.
Sesampainya di lokasi, api sudah membesar dan melanda bangunan di sekitar tempat tinggalnya.
Sementara istrinya, Ramlah, berada di dalam rumah saat kejadian. Ia mengaku terbangun setelah mendengar suara aneh dari arah luar rumah.
Ramlah yang saat itu berada di kamar bagian belakang lantai atas mendengar suara seperti kayu terbakar. Bersamaan dengan itu, ia juga mengaku merasakan hawa panas.
“Saat itu terdengar suara kayu terbakar seperti patah, bunyinya seperti kretek-kretek,” ungkap Ramlah.
Ia kemudian keluar dari kamar dan membuka pintu untuk memastikan sumber suara tersebut.
Dari atas, Ramlah melihat api sudah membesar dari rumah yang berada di seberang tempat tinggalnya.
Kobaran api disebut cepat menjalar ke sekitar lokasi. Ramlah pun segera turun ke lantai bawah untuk menyelamatkan diri.
Namun, kondisi di luar rumah juga sudah berbahaya. Kabel listrik yang terbakar terlihat melintang di jalan dan kemudian mengenai kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Akibatnya, sejumlah kendaraan ikut terdampak. Bahkan, panas api membuat bagian ban kendaraan meleleh hingga akhirnya ikut terbakar.
Bangunan yang diduga menjadi lokasi awal kebakaran diketahui terdiri dari dua bagian dan masih dimiliki oleh satu orang.
Salah satu bagian bangunan tersebut dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang menghadiri acara pernikahan ketika kebakaran terjadi.
Sementara rumah Fauzi dan Ramlah juga mengalami kerusakan akibat panas dan kobaran api.
Kerusakan terjadi pada bagian depan rumah, termasuk kaca yang pecah dan plafon yang terdampak. Unit outdoor AC yang berada di bagian atas juga meleleh akibat terkena panas.
Tak hanya bangunan, dua sepeda motor milik Fauzi dan Ramlah yang berada di teras atau garasi depan rumah turut hangus terbakar.
“Kalau rumah saya yang rusak bagian depan, kaca pecah, plafon juga kena. Outdoor AC di atas juga meleleh karena panas api. Dua motor kami yang di depan juga ikut terbakar,” ujar Ramlah.
Pasca kejadian, petugas terkait melakukan pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak.
Kepolisian Polsek Banjarmasin Timur juga telah memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.
Di waktu yang sama, kebakaran juga terjadi di SDN Antasan Besar 1, Jalan Anang Adenensi (Kamboja), Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.45 Wita. Berdasarkan data BPBD Kota Banjarmasin, kebakaran di sekolah tersebut menghanguskan bagian pagar dan atap bangunan. (Ilh)
















