BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menghadirkan kegiatan literasi melalui program bedah buku yang terbuka untuk masyarakat umum.
Kali ini, penulis nasional Brian Khrisna akan hadir membedah karya populernya berjudul “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” yang akan berlangsung di Aula Dispersip Kalsel, Jalan A. Yani Km 6 Banjarmasin pada Minggu, (5/6/26).
Kegiatan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Selain dapat diikuti secara langsung, acara juga akan disiarkan melalui kanal YouTube resmi Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni mengatakan kegiatan bedah buku merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
“Bedah buku ini menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan dunia literasi. Kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menumbuhkan kebiasaan membaca dan berpikir kritis,” ujarnya.
Menurut Sri Mawarni, menghadirkan penulis nasional secara langsung menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendapatkan inspirasi serta memahami proses kreatif di balik sebuah karya.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup. Literasi adalah fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.
Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dikenal luas karena mengangkat kisah kehidupan yang dekat dengan realitas masyarakat serta sarat pesan tentang makna hidup, kehilangan, dan harapan.
Karya tersebut mendapat sambutan positif dari pembaca di berbagai daerah dan menjadi salah satu buku yang banyak diperbincangkan di kalangan pecinta literasi.
Dispersip Kalsel membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut secara gratis. Peserta yang hadir juga akan mendapatkan sertifikat dan konsumsi selama acara berlangsung.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Dispersip Kalsel bersama sejumlah mitra, di antaranya Gramedia, Bank Indonesia, Bank Kalsel, Grasindo, dan berbagai pihak yang mendukung pengembangan literasi di Kalimantan Selatan.
Melalui program bedah buku yang berkelanjutan, Dispersip Kalsel berharap dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap literasi, memperkuat budaya membaca, serta menciptakan ruang interaksi yang positif antara penulis dan pembaca di Banua. (Adv/Ilh)
















