BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan terwujudnya data ekonomi yang lebih akurat dan komprehensif melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Untuk mendukung tujuan tersebut, ratusan petugas lapangan mulai dibekali melalui pelatihan yang digelar di G’Sign Hotel Banjarmasin, Rabu (10/6/2026).
Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR dan menjadi bagian penting dalam persiapan pendataan ekonomi terbesar yang dilaksanakan setiap satu dekade sekali di Indonesia.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin Sukma Handayani, unsur Forkopimda, para camat, serta petugas lapangan yang akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin menekankan bahwa data menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
“Data yang dihasilkan akan menjadi potret nyata kondisi dan kekuatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi kompas bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan dan langkah-langkah percepatan ekonomi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kegiatan tersebut akan memotret berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha berskala besar hingga usaha rumah tangga.
Secara tidak langsung, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang program pengembangan ekonomi, pemberdayaan usaha, hingga peningkatan investasi yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus dengan cakupan yang lengkap dan menyeluruh karena mendata seluruh lapangan usaha yang ada,” katanya.
Karena itu, Yamin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan mendukung proses pendataan yang dilakukan petugas.
“Berikan data yang jujur dan akurat apabila nantinya petugas datang untuk melakukan pendataan, serta fasilitasi kelancaran tugas para petugas di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Sukma Handayani mengungkapkan bahwa sebanyak 478 petugas statistik telah direkrut untuk melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
“Sebanyak 478 petugas akan bertugas selama kurang lebih dua setengah bulan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kota Banjarmasin,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan masyarakat dan pelaku usaha dapat membantu menghasilkan data yang berkualitas sehingga mampu menjadi landasan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.















