JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk berkolaborasi dalam memperluas akses kerja bagi tenaga kerja lanjut usia (lansia), seiring meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk lansia pada 2025 mencapai sekitar 11,93 persen dari total penduduk dan terus meningkat seiring bertambahnya angka harapan hidup.
Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Estiarty Haryani, menyampaikan bahwa kondisi ini menandakan Indonesia telah memasuki era masyarakat menua. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif agar potensi tenaga kerja lansia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja lansia masih terbatas dibandingkan kelompok usia produktif lainnya. Ini menunjukkan masih ada potensi besar yang belum dimanfaatkan,” ujar Esti saat membuka Workshop Link and Meet DUDI bertema Inklusi untuk Semua: Lansia Bekerja, Lansia Sejahtera di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya memperluas akses kerja inklusif bagi lansia, memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan, serta mengembangkan model penempatan dan pemberdayaan yang berkelanjutan dan dapat diterapkan secara nasional.
Esti menegaskan, penguatan ekosistem ketenagakerjaan inklusif bagi lansia membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan industri, akademisi, komunitas, hingga media.
“Kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberi dampak nyata,” katanya.
Sejalan dengan itu, Kemnaker juga tengah menyusun Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Khusus, termasuk tenaga kerja lansia, sebagai upaya memperkuat kebijakan ke depan.
“Regulasi ini diharapkan dapat memperluas akses, meningkatkan perlindungan, serta memastikan kesempatan kerja yang layak bagi tenaga kerja lansia di Indonesia,” tutupnya. (Ilh)















