Informasibanjarmasin.com - Habar Banua Kalimantan
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Banjarmasin
  • DAERAH
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi Bisnis
  • Politik
  • Advertorial
  • Home
  • Banjarmasin
  • DAERAH
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi Bisnis
  • Politik
  • Advertorial
No Result
View All Result
Informasibanjarmasin.com - Habar Banua Kalimantan
No Result
View All Result
  • Home
  • Banjarmasin
  • DAERAH
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi Bisnis
  • Politik
  • Advertorial
Home Advertorial

Gandeng Akademisi, KPID Kalsel Tekankan Adaptasi Regulasi di Era Digital dalam Literasi Media di Kampus UVAYA Banjarbaru

admin by admin
November 26, 2025
Reading Time: 4 mins read
0
Gandeng Akademisi, KPID Kalsel Tekankan Adaptasi Regulasi di Era Digital dalam Literasi Media di Kampus UVAYA Banjarbaru

Anggota KPID Kalimantan Selatan Analisa, SE., M.Ak bersama Dr. Maya Rejeki Angriani, S.I.Kom., MM dan mahasiswa Universitas Achmad Yani (UVAYA) Banjarbaru dalam kegiatan Literasi Media.


BANJARMASIN – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, Analisa, SE., M.Ak, kembali melaksanakan Literasi Media di lingkungan kampus, kali ini menyasar mahasiswa Universitas Achmad Yani (UVAYA) Kota Banjarbaru, Rabu (25/11/25) pagi.

Tak hanya seorang diri, Analisa mengajak Dosen Universitas Sari Mulia Dr. Maya Rejeki Angriani, S.I.Kom., MM. untuk menjadi Narasumber dalam kegiatan bertema “Optimalisasi Regulasi Penyiaran Indonesia: Menuju Penyiaran Daerah yang Sehat dan Berkualitas”.

Dalam penyampaiannya, Dr. Maya mengingatkan bahwa regulasi penyiaran harus adaptif terhadap perkembangan media digital. Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi menuntut pemerintah, lembaga penyiaran, dan regulator untuk lebih responsif terhadap dinamika teknologi.

“Penyiaran daerah harus sehat, independen, dan mampu melayani kepentingan publik. Regulasi yang kuat adalah kunci agar siaran lokal dapat bertahan di tengah arus digitalisasi,” ujarnya.

Dr. Maya menegaskan bahwa penyiaran daerah tidak boleh hanya menjadi perpanjangan tangan lembaga pusat, tetapi harus memiliki kekuatan identitas lokal yang relevan dengan masyarakatnya.

Ia menilai bahwa ekosistem penyiaran yang sehat hanya dapat terwujud apabila regulasi ditegakkan dan lembaga penyiaran benar-benar menjalankan fungsi pelayanan publik.

Ia juga menjelaskan bahwa masih terdapat tantangan besar seperti ketimpangan teknologi antarwilayah, dominasi konten dari pusat, dan komersialisasi siaran yang berpotensi mengurangi kualitas informasi.

“Era digital membawa tantangan baru berupa derasnya arus informasi yang tidak selalu terverifikasi sehingga lembaga penyiaran perlu meningkatkan standar kualitas dan akurasi informasi,” jelasnya.

Dr. Maya juga menekankan perlunya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi regulasi, peningkatan kapasitas SDM, maupun komitmen lembaga penyiaran dalam menjaga kualitas konten agar tetap relevan dan dipercaya publik.

Sementara itu, Analisa menyampaikan komitmen KPID Kalsel untuk terus menghadirkan literasi media bagi para mahasiswa di berbagai kampus di Kalsel.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya KPID dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami dinamika penyiaran modern dan aturan yang mengikatnya.

“Kami di KPID Kalsel berkomitmen untuk terus hadir di kampus-kampus. Literasi media itu penting, karena mahasiswa harus tahu bagaimana regulasi penyiaran bekerja dan bagaimana peran masyarakat dalam mengawasi isi siaran,” ujarnya.

Menurut Analisa, memahami regulasi bukan hanya untuk kepentingan akademis, tetapi juga bekal penting bagi mahasiswa yang berpotensi terjun ke industri penyiaran dan dunia digital.

Ia menjelaskan bahwa orang muda saat ini berada pada posisi strategis karena mereka adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi.

Bahkan ia juga meminta kepada mahasiswa agar tidak hanya menjadi penikmat media semata, melainkan calon penggerak industri di masa mendatang.

“Mahasiswa itu bukan sekadar konsumen media. Mereka punya potensi besar menjadi kreator, pengusaha media digital, atau bahkan bagian dari lembaga penyiaran itu sendiri,” jelasnya.

Karena itu, pemberian literasi sejak dini dianggap sangat penting. Analisa berharap mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi banjir informasi di era digital.

“Dengan literasi yang baik, saya yakin mahasiswa bisa lebih selektif, lebih kritis, dan lebih bijak dalam memanfaatkan media. Ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan peluang yang disediakan oleh perkembangan media digital.

“Perkembangan media digital ini dapat membuka banyak ruang baru bagi generasi muda. Mereka punya peluang besar untuk berkarya melalui produksi konten, mengelola platform digital, hingga menjalin kerja sama komersial dengan berbagai lembaga media,” harap Analisa.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta diskusi mengenai penyiaran daerah. KPID Kalsel berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas kesadaran publik tentang pentingnya penyiaran yang edukatif, berkualitas, dan sesuai aturan. (Ilh)

BACA JUGA

Dorong Pertumbuhan Usaha Mikro, Pemko Banjarmasin Hadirkan Skema Pembiayaan UMARA

BPBD Batola Belajar ke Balangan, Dalami FPRB hingga Kajian Pascabencana

Pemkab Balangan dan KLH Bentuk 10 Kelompok Masyarakat Peduli Api untuk Cegah Karhutla

Anggota KPID Kalimantan Selatan Analisa, SE., M.Ak bersama Dr. Maya Rejeki Angriani, S.I.Kom., MM dan mahasiswa Universitas Achmad Yani (UVAYA) Banjarbaru dalam kegiatan Literasi Media.


BANJARMASIN – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, Analisa, SE., M.Ak, kembali melaksanakan Literasi Media di lingkungan kampus, kali ini menyasar mahasiswa Universitas Achmad Yani (UVAYA) Kota Banjarbaru, Rabu (25/11/25) pagi.

Tak hanya seorang diri, Analisa mengajak Dosen Universitas Sari Mulia Dr. Maya Rejeki Angriani, S.I.Kom., MM. untuk menjadi Narasumber dalam kegiatan bertema “Optimalisasi Regulasi Penyiaran Indonesia: Menuju Penyiaran Daerah yang Sehat dan Berkualitas”.

Dalam penyampaiannya, Dr. Maya mengingatkan bahwa regulasi penyiaran harus adaptif terhadap perkembangan media digital. Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi menuntut pemerintah, lembaga penyiaran, dan regulator untuk lebih responsif terhadap dinamika teknologi.

“Penyiaran daerah harus sehat, independen, dan mampu melayani kepentingan publik. Regulasi yang kuat adalah kunci agar siaran lokal dapat bertahan di tengah arus digitalisasi,” ujarnya.

Dr. Maya menegaskan bahwa penyiaran daerah tidak boleh hanya menjadi perpanjangan tangan lembaga pusat, tetapi harus memiliki kekuatan identitas lokal yang relevan dengan masyarakatnya.

Ia menilai bahwa ekosistem penyiaran yang sehat hanya dapat terwujud apabila regulasi ditegakkan dan lembaga penyiaran benar-benar menjalankan fungsi pelayanan publik.

Ia juga menjelaskan bahwa masih terdapat tantangan besar seperti ketimpangan teknologi antarwilayah, dominasi konten dari pusat, dan komersialisasi siaran yang berpotensi mengurangi kualitas informasi.

“Era digital membawa tantangan baru berupa derasnya arus informasi yang tidak selalu terverifikasi sehingga lembaga penyiaran perlu meningkatkan standar kualitas dan akurasi informasi,” jelasnya.

Dr. Maya juga menekankan perlunya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi regulasi, peningkatan kapasitas SDM, maupun komitmen lembaga penyiaran dalam menjaga kualitas konten agar tetap relevan dan dipercaya publik.

Sementara itu, Analisa menyampaikan komitmen KPID Kalsel untuk terus menghadirkan literasi media bagi para mahasiswa di berbagai kampus di Kalsel.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya KPID dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami dinamika penyiaran modern dan aturan yang mengikatnya.

“Kami di KPID Kalsel berkomitmen untuk terus hadir di kampus-kampus. Literasi media itu penting, karena mahasiswa harus tahu bagaimana regulasi penyiaran bekerja dan bagaimana peran masyarakat dalam mengawasi isi siaran,” ujarnya.

Menurut Analisa, memahami regulasi bukan hanya untuk kepentingan akademis, tetapi juga bekal penting bagi mahasiswa yang berpotensi terjun ke industri penyiaran dan dunia digital.

Ia menjelaskan bahwa orang muda saat ini berada pada posisi strategis karena mereka adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi.

Bahkan ia juga meminta kepada mahasiswa agar tidak hanya menjadi penikmat media semata, melainkan calon penggerak industri di masa mendatang.

“Mahasiswa itu bukan sekadar konsumen media. Mereka punya potensi besar menjadi kreator, pengusaha media digital, atau bahkan bagian dari lembaga penyiaran itu sendiri,” jelasnya.

Karena itu, pemberian literasi sejak dini dianggap sangat penting. Analisa berharap mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi banjir informasi di era digital.

“Dengan literasi yang baik, saya yakin mahasiswa bisa lebih selektif, lebih kritis, dan lebih bijak dalam memanfaatkan media. Ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan peluang yang disediakan oleh perkembangan media digital.

“Perkembangan media digital ini dapat membuka banyak ruang baru bagi generasi muda. Mereka punya peluang besar untuk berkarya melalui produksi konten, mengelola platform digital, hingga menjalin kerja sama komersial dengan berbagai lembaga media,” harap Analisa.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta diskusi mengenai penyiaran daerah. KPID Kalsel berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas kesadaran publik tentang pentingnya penyiaran yang edukatif, berkualitas, dan sesuai aturan. (Ilh)

ShareTweetSend
admin

admin

BACA JUGA

Dorong Pertumbuhan Usaha Mikro, Pemko Banjarmasin Hadirkan Skema Pembiayaan UMARA
Advertorial

Dorong Pertumbuhan Usaha Mikro, Pemko Banjarmasin Hadirkan Skema Pembiayaan UMARA

Juni 24, 2026
BPBD Batola Belajar ke Balangan, Dalami FPRB hingga Kajian Pascabencana
Balangan

BPBD Batola Belajar ke Balangan, Dalami FPRB hingga Kajian Pascabencana

Juni 19, 2026
Pemkab Balangan dan KLH Bentuk 10 Kelompok Masyarakat Peduli Api untuk Cegah Karhutla
Advertorial

Pemkab Balangan dan KLH Bentuk 10 Kelompok Masyarakat Peduli Api untuk Cegah Karhutla

Juni 19, 2026
Wabup Balangan Lepas 63 Kafilah MTQ Kalsel, Siapkan Hadiah Umrah bagi Peraih Juara
Balangan

Wabup Balangan Lepas 63 Kafilah MTQ Kalsel, Siapkan Hadiah Umrah bagi Peraih Juara

Juni 19, 2026
Raih Anugerah Sahabat Pers SMSI 2026, Wali Kota Yamin Sebut Media Mitra Strategis Pembangunan
Advertorial

Raih Anugerah Sahabat Pers SMSI 2026, Wali Kota Yamin Sebut Media Mitra Strategis Pembangunan

Juni 18, 2026
Bapperida Balangan Bedah Indikator Makro Daerah, Perkuat Strategi Pembangunan Berbasis Data
Advertorial

Bapperida Balangan Bedah Indikator Makro Daerah, Perkuat Strategi Pembangunan Berbasis Data

Juni 18, 2026
Next Post
Partisipasi Warga Didorong untuk Wujudkan Sanitasi Aman di Banjarmasin

Partisipasi Warga Didorong untuk Wujudkan Sanitasi Aman di Banjarmasin

APBD 2026 Disetujui: Pemkot Fokus pada Pendidikan, Infrastruktur, dan Perlindungan Perempuan dan Anak

APBD 2026 Disetujui: Pemkot Fokus pada Pendidikan, Infrastruktur, dan Perlindungan Perempuan dan Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan Untuk Anda

Puskesmas Paringin Selatan Luncurkan Inovasi Jaket Gita untuk Tingkatkan Kesehatan Gigi Balita

Puskesmas Paringin Selatan Luncurkan Inovasi Jaket Gita untuk Tingkatkan Kesehatan Gigi Balita

Maret 20, 2025
Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru

Agustus 20, 2025
Layanan Dispersip Kalsel Tutup Sementara Waktu Peringati Hari Kemerdekaan, Buka Kembali 19 Agustus

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni Ucapkan Selamat Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-80

Agustus 17, 2025

Berita Populer

  • Pantai Mattone, Kusan Hilir Jadi Primadona Baru Wisatawan Lokal

    Pantai Mattone, Kusan Hilir Jadi Primadona Baru Wisatawan Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Mangrove hingga Perubahan Iklim, Seminar Dendrophile SMA Insan Madani Gaungkan Aksi Nyata Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Galing; Gulma di Pagar Rumah Anda yang Berharga dari Obat di Apotek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Paripurna Setujui Revisi Pajak Daerah, Pemkot Banjarmasin Tekankan Transparansi Fiskal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Koleksi Digital Perpusnas dan Aplikasi i-Kalsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Informasibanjarmasin.com – Habar Banua Kalimantan

InformasiBanjarmasin.com adalah media online yang menyajikan berita dan informasi terkini, akurat, serta berimbang seputar Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Indonesia secara umum.

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap

© 2026 - Informasi Banjarmasin

No Result
View All Result
  • Home
  • Banjarmasin
  • DAERAH
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi Bisnis
  • Politik
  • Advertorial

© 2026 - Informasi Banjarmasin

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In