BANJARMASIN – Perbaikan pelayanan air bersih mulai terlihat di 16 wilayah Kota Banjarmasin setelah PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) melakukan sejumlah langkah penanganan krisis air baku. Meski demikian, perusahaan masih harus menghadapi keterbatasan produksi akibat kadar garam di sumber air yang belum memenuhi standar pengolahan.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menyampaikan perkembangan tersebut dalam jumpa pers di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (13/10/2026). Ia menjelaskan, upaya perbaikan terus dilakukan menyusul kemarau berkepanjangan dan intrusi air laut yang memengaruhi pasokan air baku selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Salah satu kendala utama berada di Sungai Bilu. Kadar garam yang masih berada di atas standar pengolahan menyebabkan produksi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 belum dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara optimal. Dampaknya terutama dirasakan di wilayah Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PAM Bandarmasih meningkatkan kapasitas pompa di Intake Pematang Panjang dari 280 menjadi 500 liter per detik per unit. Dua unit pompa dioperasikan selama 24 jam, didukung peningkatan sistem kelistrikan untuk membantu memperbesar pasokan air baku.
Perusahaan juga memperkuat pelayanan melalui distribusi air menggunakan 21 armada, yang terdiri atas enam truk tangki PAM Bandarmasih, empat pickup modifikasi, dan 11 armada bantuan Balakar. Selain itu, sebanyak 100 tandon air disiapkan dan diisi untuk mendukung kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Di luar distribusi menggunakan armada, PAM Bandarmasih menyediakan enam titik keran air tawar gratis. Empat titik melayani masyarakat selama 24 jam, yaitu Kantor Utama PAM Bandarmasih, Booster S. Parman, Kantor Bantu Cemara, dan Kantor MTP Sungai Lulut. Adapun Tower Soetoyo S melayani hingga pukul 24.00 WITA dan Kantor Bantu K.S. Tubun hingga pukul 22.00 WITA.
Zulbadi menegaskan, evaluasi pelayanan tetap dilakukan untuk menyesuaikan distribusi dengan kondisi sumber air dan kemampuan pasokan di setiap wilayah. Peningkatan status pelayanan di 16 wilayah menjadi salah satu perkembangan yang dicatat perusahaan dalam proses penanganan krisis tersebut.
“Kami terus berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui peningkatan infrastruktur maupun pelayanan alternatif kepada masyarakat. Kami berharap dukungan dan pengertian pelanggan selama kondisi air baku belum kembali normal,” ujarnya.
PAM Bandarmasih menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih mengalami gangguan distribusi. Perusahaan memastikan pemantauan air baku, evaluasi pola pelayanan, serta optimalisasi armada dan tandon terus dilakukan untuk membantu memulihkan pelayanan secara bertahap.
















