BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan mendorong generasi muda untuk membangun jiwa kepemimpinan sejak dini melalui KNPI Young Leaders Academy 2026 yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Balangan.
Kegiatan yang melibatkan 50 pelajar tersebut berlangsung di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Sabtu (26/9/26).
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Aidinnor mengapresiasi kegiatan yang digagas DPD KNPI Balangan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin sekaligus penerus pembangunan daerah.
“Kepemimpinan tidak selalu dimulai dari sebuah jabatan. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri dengan sikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta berani menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Aidinnor berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan masing-masing, sehingga tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Balangan, Harry Khairil Hadi mengatakan, pemuda tidak hanya menjadi penerima estafet pembangunan, tetapi juga perlu diberikan ruang untuk berperan sejak sekarang.
“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga untuk membangun cara berpikir dan karakter sebagai generasi muda yang kelak akan mengambil peran dalam pembangunan daerah,” katanya.
Harry mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring dan menggali potensi diri.
Ia berharap KNPI Young Leaders Academy 2026 dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan pemimpin muda yang berkarakter dan berintegritas serta mampu memberikan kontribusi bagi Kabupaten Balangan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Balangan bersama KNPI mendorong pelajar membangun karakter kepemimpinan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dan keberanian menyampaikan pendapat.
Editor: Nanang
















