BANJARMASIN – Sebanyak 21 armada dikerahkan PAM Bandarmasih untuk menjaga pasokan air bersih bagi warga di sejumlah wilayah yang masih terdampak gangguan distribusi.
Armada tersebut terus bergerak mengisi tandon yang telah ditempatkan di berbagai titik. Dalam sehari, pengiriman bahkan dapat dilakukan hingga tiga kali untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.
Direktur Umum dan Pemasaran PAM Bandarmasih, Yulia Riana Sari, mengatakan optimalisasi armada dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan selama kondisi pelayanan air bersih belum kembali normal.
“Air baku di IPA 1 juga mendapat tambahan dari bantuan pasokan air dari IPA 2. Kondisi ini membuat distribusi air hingga ke ujung jaringan belum dapat maksimal,” ujar Riana.
Sebanyak 21 armada yang dioperasikan terdiri dari enam mobil tangki berkapasitas 3.000 liter, empat unit pick-up yang telah dimodifikasi, serta 11 armada bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Armada tersebut digunakan untuk memasok 86 unit tandon yang kini tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Tandon itu berasal dari PAM Bandarmasih maupun masyarakat.
Pengisian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Rute pengiriman terus disesuaikan agar armada dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan tambahan.
Selain tandon untuk masyarakat, terdapat pula tandon yang diperuntukkan bagi kebutuhan sejumlah instansi, seperti rumah sakit, hotel, lembaga pemasyarakatan, mal, serta lembaga dan perkantoran lainnya.
Riana menjelaskan, gangguan distribusi masih dirasakan di Banjarmasin Barat, sebagian Banjarmasin Utara, dan sebagian Banjarmasin Tengah. Wilayah tersebut masih bertumpu pada pengolahan air di IPA 1 yang memperoleh air baku dari Sungai Bilu.
Kondisi pasokan air baku tersebut membuat pelayanan hingga ke bagian ujung jaringan belum dapat berjalan maksimal. Karena itu, distribusi menggunakan armada tangki dan tandon menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Di sisi lain, PAM Bandarmasih juga memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan. Para lurah diharapkan membantu memetakan kebutuhan air hingga tingkat RT/RW sehingga pengiriman dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.
“Koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan penting dilakukan agar kebutuhan di setiap wilayah dapat dipetakan dengan baik. Dengan begitu, penempatan tandon dan distribusi air dapat lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran,” jelas Riana.
PAM Bandarmasih memastikan seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan untuk mendukung distribusi air bersih selama pelayanan belum kembali ke kondisi normal.
















