MARTAPURA – Kerja sama lintas instansi dalam operasi pencarian akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang diduga tenggelam di Sungai Martapura, Kecamatan Banjarmasin, pada Sabtu (14/02/2026) dini hari.
Korban bernama Rini (34) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Informasi awal terkait kondisi membahayakan manusia diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada 12 Februari 2026 sekitar pukul 22.45 WITA. Laporan tersebut menyebutkan adanya dugaan orang tenggelam di sekitar Jembatan Antasari, kawasan Pasar Anyar Sudimampir.
Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue segera dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif, baik di permukaan maupun dasar sungai, dengan melibatkan peralatan khusus.
Setelah hampir dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan pada 14 Februari 2026 pukul 01.05 WITA, sekitar 50 meter dari titik terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP) ke arah hilir sungai.
Jasad korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat.
“Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 50 meter dari titik awal laporan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing,” ujarnya.
Secara tidak langsung, ia juga mengapresiasi kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan yang telah bekerja maksimal sejak laporan pertama diterima.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergitas semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian ini,” tambahnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kansar Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Polair Polresta Banjarmasin, Rescue 911, BPBD Kota Banjarmasin, serta dukungan dari masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan digunakan dalam pencarian, seperti rubber boat, Aqua Eye, dan perlengkapan selam, guna memastikan area dasar sungai dapat terpantau secara optimal.
Dengan berakhirnya operasi ini, Tim SAR Gabungan berharap peristiwa serupa dapat diminimalkan melalui peningkatan kewaspadaan masyarakat, khususnya di kawasan sungai yang memiliki aktivitas padat.












