KOTABARU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru membuka ruang ekonomi Ramadan bagi pelaku usaha lokal melalui gelaran Ramadhan UMKM Saijaan Fest 2026.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan Pasar Wadai, sebagai upaya menjaga perputaran ekonomi masyarakat selama bulan suci.
“Kegiatan ini kami hadirkan untuk memberi ruang promosi yang luas bagi UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujar Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis saat membuka kegiatan, Kamis (19/2/2026).
Festival yang digelar hingga 17 Maret 2026 tersebut diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru.
Dengan diikuti oleh ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menampilkan aneka kuliner Ramadan serta produk unggulan daerah.
“Tahun ini terdapat 137 pelaku UMKM yang berpartisipasi dan siap menyajikan produk khas Kotabaru kepada masyarakat,” kata Kepala Diskoperindag Kotabaru Risa Ahyani.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal dengan dukungan berbagai pihak.
“Sinergi dengan perbankan dan sponsor sangat membantu kelancaran kegiatan ini,” ujarnya.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, panitia melibatkan lintas sektor mulai dari aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah kecamatan dan desa.
“Kami ingin pengunjung merasa nyaman, aman, dan betah selama berbelanja di Pasar Wadai,” tambahnya..
Selain pusat kuliner Ramadan, panitia juga menyiapkan program undian berhadiah bagi pengunjung dan pedagang guna menambah daya tarik kegiatan.
“Setiap pembelian kelipatan Rp20 ribu berhak mendapatkan kupon undian yang akan kami undi setiap pekan,” jelasnya.
Dalam rangkaian pembukaan, pemerintah daerah juga menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) lintas sektor UMKM hasil kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sebagai bentuk dukungan terhadap legalitas usaha.
“Ini adalah wujud keberpihakan pemerintah dalam memperkuat fondasi usaha UMKM agar lebih berkelanjutan,” ujar Syairi Mukhlis.
Ia menambahkan, selain festival Ramadan, Pemkab Kotabaru juga menjalankan program pasar murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan puasa.
“Harapannya, kegiatan ini membawa manfaat ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi agenda rutin tahunan di Kotabaru,” tutupnya.














