BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin Gelar Kegiatan Peringatan Hari Kartini yang dirangkai dengan aksi peduli lingkungan digelar di Fugo Hotel Banjarmasin, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Perempuan Hari Ini Adalah Kartini Masa Kini” itu menekankan pentingnya peran perempuan dalam isu pengelolaan sampah.
“Persoalan sampah kini menjadi salah satu tantangan utama di kota ini, maka dari itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk perempuan, sangat diperlukan untuk mendorong perubahan,: ujar Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong pelaku usaha, khususnya sektor perhotelan, untuk mulai mengelola sampah secara mandiri.
Ia menyebut langkah ini penting guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang selama ini didominasi sampah rumah tangga.
“Saya berharap Hotel Fugo bisa mengolah sampah secara mandiri. Ini memang tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus mulai dari sekarang,” katanya.
Menurutnya, Pemko Banjarmasin juga tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan, termasuk untuk sektor horeka.
“Jangan sampai seluruh sampah dibuang ke TPS. Kami berharap pengelolaan dilakukan mandiri, dan hanya residu saja yang dibuang keluar,” tegasnya.
Tak hanya menyasar dunia usaha, Ananda juga menyoroti peran perempuan dalam keluarga.
“Ibu memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini di lingkungan rumah tangga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya memilah dan mengurangi sampah harus dimulai dari rumah.
“Pilar utama rumah tangga adalah ibu, sehingga peran perempuan sangat penting dalam mengedukasi keluarga,” bebernya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagian besar sampah di Banjarmasin berasal dari sisa makanan. Karena itu, perubahan pola konsumsi dinilai menjadi langkah sederhana namun berdampak besar.
“Sekitar 60 hingga 70 persen sampah di Banjarmasin adalah sampah organik dari makanan. Mari biasakan anak-anak untuk makan secukupnya,” ungkapnya.
Ananda juga menilai kebersihan kota memiliki kaitan erat dengan sektor pariwisata. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan meningkatkan daya tarik Banjarmasin di mata wisatawan.
“Jika kota kita bersih, tentu akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dalam penanganan sampah. Ia mengakui perubahan pola pikir tidak bisa terjadi secara instan, namun harus dimulai dari kesadaran bersama.
“Perubahan mindset masyarakat memang tidak mudah, tapi mari kita mulai dari diri sendiri dan dari rumah,” tutupnya.













