BANJARBARU – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Kalimantan Selatan tetap stabil dan mencukupi hingga hari raya Idulfitri mendatang.
Hal ini ditegaskan berdasarkan pantauan data stok dari para distributor yang diperbarui setiap pekannya.
Meski stok dinyatakan aman, pemerintah tetap mewaspadai dinamika konsumsi masyarakat yang mulai beragam menjelang lebaran.
Salah satu tren yang menjadi perhatian adalah budaya hantaran atau hampers yang isinya didominasi bahan pokok seperti gula, minyak goreng, tepung, hingga telur.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan, Dinas Perdagangan Kalsel melakukan langkah proaktif melalui Roadshow Pasar Murah di 13 kabupaten/kota.
“Pasar murah adalah strategi paling cepat dan riil untuk intervensi harga. Kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan di tingkat Kabupaten/kota untuk menyasar kecamatan-kecamatan agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kalsel Perdagangan, (26/02).
Hingga saat ini, pasar murah telah sukses dilaksanakan di enam titik, termasuk Banjarmasin, Hulu Sungai Utara, Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan.
Rencananya, kegiatan ini akan diperluas hingga 15 titik melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Polda Kalsel.
Komoditas cabai masih menjadi sorotan utama karena fluktuasi harganya yang sering menjadi isu nasional. Sifatnya yang mudah busuk dan ketergantungan pada masa tanam membuat cabai sulit dikendalikan hanya melalui gerakan tanam rumahan.
Selain faktor komoditas, hambatan terbesar dalam menjaga stabilitas harga justru datang dari faktor psikologis masyarakat, yakni Asumsi Kenaikan Harga dan Panic Buying.
Persepsi bahwa harga “pasti naik” saat hari besar sering kali memicu pedagang untuk benar-benar menaikkan Harga. Aksi borong stok oleh masyarakat karena rasa khawatir, yang justru menyebabkan kelangkaan semua di pasar.
Koordinasi juga terus diperkuat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Satgas Pangan Polda Kalsel untuk pengawasan dan penindakan jika ditemukan adanya penimbunan atau toko yang melanggar aturan harga.
“Selanjutnya, kami berharap berbagai pihak juga turut membantu upaya upaya untuk mengendalikan harga baramg pokok dan penting di kalsel” tutupnya. (Rls)
















