BALANGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bersama BPBD Kabupaten Balangan melakukan survei lapangan dan ground check di Desa Tebing Tinggi serta Desa Simpang Nadong, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, menyusul adanya temuan dugaan likuifaksi atau pergeseran tanah di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 24 hingga 27 Juni 2026, dilakukan untuk memverifikasi sejumlah titik yang diduga mengalami likuifaksi.
Tim pemetaan turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil sekaligus mengumpulkan data teknis yang dibutuhkan dalam kajian lebih lanjut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, M. Pormadi Dharma, mengatakan survei tersebut merupakan tindak lanjut dari kajian awal BPBD Provinsi Kalimantan Selatan terkait dugaan pergerakan tanah yang terjadi pada 23 Desember 2025 lalu.
“Fenomena pergerakan tanah tersebut diduga menjadi salah satu faktor pemicu banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi pada 27 Desember 2025. Saat itu banjir bandang membawa material lumpur dalam jumlah besar hingga menggenangi permukiman warga sampai setinggi atap rumah,” ujarnya.
Menurut Pormadi, survei lapangan ini bertujuan memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif terkait kondisi geologi serta karakteristik tanah di lokasi yang terdampak.
Ia menjelaskan, hasil survei nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kajian teknis, rekomendasi mitigasi bencana, serta perencanaan penanggulangan bencana di wilayah yang memiliki potensi risiko serupa.
“Data hasil survei nantinya akan digunakan sebagai dasar kajian teknis kondisi geologi dan tanah di lokasi, rekomendasi mitigasi bencana untuk wilayah rawan, dan perencanaan penanggulangan bencana ke depan agar kejadian serupa dapat dicegah atau diminimalkan dampaknya,” ungkapnya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari kajian awal hingga penyusunan langkah-langkah mitigasi guna melindungi masyarakat dari potensi ancaman bencana.
Pormadi mengapresiasi dukungan BPBD Kabupaten Balangan yang turut membantu pelaksanaan survei, termasuk dalam koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah BPBD Balangan turut mendukung penuh kegiatan survei, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan warga setempat agar proses verifikasi lapangan berjalan lancar,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Balangan dapat semakin terarah dan berbasis data, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin di masa mendatang. (Rv)
















