BANJARMASIN – Kebutuhan air bersih masyarakat di tengah musim kemarau menjadi perhatian PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda).
Untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air perpipaan, PAM Bandarmasih menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyiapkan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah pelayanan darurat bagi warga yang berada di wilayah terdampak penurunan distribusi air.
PAM Bandarmasih berkoordinasi dengan PMI untuk menentukan lokasi yang membutuhkan bantuan berdasarkan kondisi pelayanan di lapangan.
Supervisor Layanan Pelanggan dan Sambungan Baru PT Air Minum Bandarmasih, Darlianthi, mengatakan keterbatasan debit air membuat pihaknya perlu menyiapkan alternatif pelayanan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.
“Kami meminta bantuan kepada PMI untuk mendistribusikan air melalui mobil tangki sebagai bentuk pelayanan darurat kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air karena musim kemarau,” ujar Darlianthi.
Sebagai tindak lanjut, PMI mulai mengerahkan armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat pada Jumat (28/8/2026) dan Sabtu (29/8/2026).
Pendistribusian dilakukan ke sejumlah titik yang sebelumnya telah ditentukan melalui koordinasi bersama PAM Bandarmasih.
Dua wilayah yang telah menerima bantuan distribusi air bersih tersebut yakni kawasan Pasar Lama dan Sungai Andai Blok Akasia.
Mobil tangki dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mengalami keterbatasan pasokan air dari jaringan perpipaan.
PMI sendiri memiliki armada tangki berkapasitas 4.000 liter. Armada tersebut disiapkan untuk digunakan kembali apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih selama kondisi kemarau berlangsung.
Darlianthi menjelaskan, penyaluran air tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
PAM Bandarmasih akan menyusun daftar lokasi berdasarkan laporan dan kondisi pelayanan yang terjadi di lapangan.
“Pendistribusian berikutnya akan dilakukan secara terkoordinasi. Lokasi dan jadwal akan kami tentukan berdasarkan wilayah yang membutuhkan serta kondisi pelayanan di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan membuat bantuan air bersih dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. Wilayah yang mengalami dampak lebih besar akibat berkurangnya distribusi akan menjadi prioritas dalam penyaluran berikutnya.
PAM Bandarmasih memastikan pelayanan melalui mobil tangki akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi distribusi air.
“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga agar warga tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau,” tukasnya.
















