BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mendapat tambahan dukungan dari dunia usaha.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel tidak hanya membantu perlindungan masyarakat dari kabut asap, tetapi juga menyiapkan personel untuk terlibat dalam pemadaman di lapangan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran 20 ribu masker kepada masyarakat serta kesiapan tim pemadam kebakaran dari perusahaan anggota GAPKI untuk memperkuat Satgas Darat penanganan karhutla.
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 17.500 masker disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD Kalsel. Sementara 2.500 masker lainnya dibagikan langsung kepada masyarakat bersama DLH, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), serta BPBD Kalsel.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalsel, Hairuddin, mengatakan bantuan masker diberikan sebagai bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Jadi total masker yang kami salurkan mencapai 20.000 pcs,” ujarnya di Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan perusahaan dan masyarakat diperlukan agar upaya pemadaman sekaligus perlindungan warga dapat dilakukan secara lebih maksimal.
Selain bantuan masker, perusahaan anggota GAPKI juga bersiap menurunkan tim pemadam kebakaran ke sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan tambahan.
“Tim damkar dari anggota GAPKI akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu pemadaman karhutla,” kata Hairuddin.
Keterlibatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 30 Agustus hingga 8 September 2026. Kehadiran personel perusahaan diharapkan dapat memperkuat kemampuan Satgas Darat, terutama dalam menangani titik kebakaran yang sulit dijangkau.
Kesiapan dunia usaha ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan penanganan karhutla saat kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol ke Pos Pantau Banjarbaru pada Selasa (18/8/2026).
Dalam koordinasi tersebut, pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, BNPB, perusahaan pertambangan, perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH), serta anggota GAPKI membahas langkah antisipasi dan penanggulangan karhutla.
Kepala DLH Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam memperkuat penanganan di lapangan. Ia menyebut dukungan tersebut menambah kekuatan personel yang tergabung dalam Satgas Darat.
“Termasuk dari GAPKI. Sehingga total ada delapan pihak perusahaan yang sudah bergabung di tim penanganan di Satgas Darat,” ujarnya.
Di sisi lain, bantuan masker menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap masyarakat. Masker yang disalurkan diharapkan dapat digunakan terutama ketika warga harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla sekaligus dampak kabut asap membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampaknya.
Dengan tambahan personel dan dukungan perlindungan bagi masyarakat, upaya penanganan karhutla di Kalsel diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.














