LAMANDAU – Kerja sama Tim SAR Gabungan dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil dalam operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Batang Kawa, Desa Karang Mas, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Korban yang sempat dilaporkan hilang akibat perahu kelotok tenggelam berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian, Kamis (25/6/2026).
Korban diketahui bernama Kiki Jakaria (26), warga Desa Arga Mulia. Sebelumnya, korban pulang dari kebun durian menggunakan perahu kelotok. Namun dalam perjalanan, perahu yang ditumpanginya tenggelam sehingga korban terbawa arus sungai dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Operasi pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban.
Koordinator Lapangan Basarnas, Mahdi, mengatakan titik terang pencarian muncul setelah adanya laporan dari warga yang melihat sesosok tubuh mengapung di sungai.
“Pada pukul 09.20 WIB, Tim SAR Gabungan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa melihat korban mengapung sejauh sekitar tiga kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal. Tim langsung menuju lokasi dan benar mendapati korban yang dicari, kemudian korban dievakuasi menuju RSUD Lamandau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan pencarian tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur yang terlibat dalam operasi, termasuk masyarakat sekitar yang turut membantu memberikan informasi di lapangan.
Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Pangkalan Bun, Koramil 1017-03 Delang, Polsek Delang, BPBD Kabupaten Lamandau, serta warga setempat yang ikut melakukan pemantauan di sepanjang bantaran sungai.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat hingga korban berhasil ditemukan.
“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR terhadap kecelakaan perahu di Sungai Batang Kawa dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” katanya.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas menggunakan transportasi sungai, terutama di wilayah yang memiliki arus cukup deras.
















