BANJARMASIN – Upaya mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber ekonomi terus didorong di Kota Banjarmasin. Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), Tim Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) membekali warga IKM Hijau Lestari di kawasan Kayu Tangi II RT 20, Kecamatan Banjarmasin Utara, dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos sekaligus optimalisasi pemasaran digital produk kompos, Kamis (17/6/26).
Kegiatan dengan mengusung tema “Optimalisasi Digital Marketing Pupuk Kompos IKM Hijau Lestari” tersebut diikuti puluhan warga dan agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program ini bertujuan mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dipasarkan secara lebih luas.

Tak hanya memberikan materi teori dan praktik, Tim PDWA Prodi Manajemen FEB ULM juga menyerahkan bantuan berupa dua unit tong sampah dan dua alat komposter untuk mendukung pengolahan sampah organik di lingkungan setempat.
Dalam pelatihan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai manfaat pengelolaan sampah organik, mulai dari dampak positif bagi lingkungan hingga peluang ekonomi yang dapat dihasilkan melalui produksi pupuk kompos.

Ketua Tim PDWA FEB ULM, Dr. Hj. Dahniar, S.E., M.Si., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengatasi persoalan sampah.
Menurutnya, pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Sehingga melalui peran agen 3R, masyarakat didorong untuk membiasakan diri memilah sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai guna, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
“Program ini kami kaitkan dengan agen 3R karena sejalan dengan program pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah yang saat ini menjadi persoalan sosial di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di kawasan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada tahun 2025 dan dinilai berhasil mendorong masyarakat mengembangkan produksi pupuk kompos berbasis sampah rumah tangga secara mandiri.
Keberhasilan program tersebut menjadi alasan pihaknya untuk kembali melanjutkan kegiatan PDWA di kawasan Kayu Tangi II Banjarmasin. Bahkan, pada pelaksanaannya tahun ini, pihaknya juga turut menggandeng Bank Sampah Bahagia Teluk Tiram untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan pelatihan langsung kepada warga.

“Karena program sebelumnya berhasil, maka tahun ini kami melanjutkannya di kawasan Kayu Tangi. Harapannya masyarakat di sini juga mampu mengembangkan pengolahan kompos secara mandiri,” katanya.
Dr. Dahniar berharap keterampilan yang diberikan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu berkembang menjadi peluang usaha baru berbasis ekonomi hijau yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jika pembuatan pupuk kompos ini sudah dikuasai masyarakat, ke depan bisa berkembang menjadi usaha UMKM dan produknya berpotensi dipasarkan lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 20 Kayu Tangi II, H. Hartoyo menyambut positif pelatihan dan bantuan yang diberikan Tim PDWA FEB ULM. Menurutnya, fasilitas dan pengetahuan yang diperoleh warga akan sangat membantu dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih produktif.
“Dengan pelatihan ini, Insya Allah akan kami praktikkan untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Harapan kami lingkungan di Kayu Tangi II semakin bersih dan terbebas dari tumpukan sampah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FEB ULM tidak hanya mendorong terciptanya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai jual. (Ilh)















