KOTABARU – Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang setelah terjadi kecelakaan pelayaran berupa tabrakan antara kapal perenggek ikan dan kapal penumpang di Perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Gilang (23), warga Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru. Hingga Rabu (17/6/2026), keberadaannya masih belum ditemukan.
Operasi pencarian dilakukan setelah Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan dari Kanit Reskrim Polsek Pulau Laut Selatan, Aiptu Sutrisno, terkait insiden yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal perenggek ikan Mega Harapan yang membawa tujuh orang, terdiri dari satu kapten dan enam anak buah kapal (ABK), tengah berlayar dari Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung. Dalam perjalanan, kapal tersebut diduga terlibat tabrakan dengan sebuah kapal penumpang di sekitar Perairan Desa Labuan Mas.
Akibat kecelakaan tersebut, lima orang berhasil selamat setelah ditemukan oleh nelayan yang melintas beberapa jam kemudian. Satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya, yakni Gilang, masih belum ditemukan.
Para korban selamat dievakuasi ke Desa Labuan Mas sekitar pukul 13.00 WITA pada hari kejadian. Sementara itu, upaya pencarian awal dilakukan oleh nelayan setempat sebelum akhirnya dikoordinasikan dengan aparat kepolisian dan dilaporkan kepada Kantor SAR Banjarmasin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Pencarian dan Pertolongan Kotabaru segera mengerahkan tim rescue menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Satpolair Polres Kotabaru, BPBD Kotabaru, serta masyarakat nelayan.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh personel yang terlibat terus berupaya maksimal untuk menemukan korban dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban.
“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, tim didukung berbagai peralatan SAR, mulai dari perahu cepat, perlengkapan water rescue, peralatan selam, hingga perangkat komunikasi lapangan. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut membantu proses pencarian di perairan.
“Masyarakat yang beraktivitas di laut untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, termasuk memastikan ketersediaan alat keselamatan dan mematuhi prosedur keamanan selama berlayar,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban hilang masih terus berlangsung di sekitar Perairan Desa Labuan Mas dengan harapan korban segera ditemukan.
















