BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menghadirkan Semesta Buku Banjarmasin 2026, sebuah festival literasi yang akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026 di Aula Dispersip Kalsel (Perpuspalnam), Jalan Ahmad Yani Km 6, Banjarmasin.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Gramedia, Bank Indonesia, Bank Kalsel, dan berbagai komunitas literasi tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, pustakawan, hingga masyarakat umum untuk meningkatkan budaya baca dan kecintaan terhadap buku.

Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni mengatakan Semesta Buku merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang edukatif, kreatif, dan inklusif.
“Semesta Buku bukan hanya pameran atau perayaan literasi, tetapi menjadi wadah bertemunya penulis, pembaca, komunitas, akademisi, dan masyarakat umum. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurut Sri Mawarni, rangkaian kegiatan yang disiapkan tahun ini lebih beragam dan menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, tenaga perpustakaan, hingga masyarakat umum.
Kegiatan akan dibuka pada 27 Juni 2026 dengan launching Buku Bunda Literasi Banua dan bedah buku bersama penulis nasional Mas Koko Ganteng.
Selanjutnya, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda menarik seperti lomba mewarnai tingkat PAUD/TK, workshop kegawatdaruratan pra-hospital, mini workshop orang tua, lomba tahfiz, donor darah, lomba bertutur tingkat SD se-Kalimantan Selatan, hingga Bimbingan Teknis Literasi Informasi untuk pustakawan.
Memasuki awal Juli, kegiatan berlanjut dengan lomba kreativitas pustakawan, bedah buku bersama penulis Andi Aulia Khairunnisa, workshop dan diskusi publik mengenai isu literasi di Kalimantan Selatan, serta puncaknya pada 5 Juli 2026 menghadirkan penulis nasional Brian Khrisna dalam sesi bedah buku dan temu pembaca.
Sri Mawarni berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat ekosistem literasi di Banua sekaligus mendekatkan masyarakat dengan dunia perpustakaan.
“Literasi adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Melalui Semesta Buku, kami ingin menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang bertemu, dan ruang tumbuh bagi masyarakat,” katanya.
Seluruh kegiatan terbuka untuk umum dan sebagian besar dapat diikuti secara gratis. Selain menghadirkan berbagai narasumber nasional, pengunjung juga berkesempatan memperoleh sertifikat, mengikuti pelatihan, serta berpartisipasi dalam berbagai lomba dan kegiatan sosial. (Adv/Ilh)
















