BALANGAN – Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah kerap dianggap sulit dan kurang menarik oleh sebagian siswa. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi belajar, minimnya rasa percaya diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris, hingga hasil belajar yang belum optimal.
Berangkat dari kondisi tersebut, SMPN 1 Paringin, Kabupaten Balangan, menghadirkan inovasi pembelajaran bernama SKILLSTEPPER MELATI atau Mahir English dengan Literasi dan Teknologi Inovatif.
Inovasi ini dikembangkan guru Bahasa Inggris SMPN 1 Paringin, Norlatipah, sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang lebih modern, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik di era digital.
Norlatipah mengatakan, kemampuan Bahasa Inggris memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan kehidupan global, namun masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam aspek speaking, listening, reading, dan writing.
“Rendahnya kemampuan literasi turut memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran Bahasa Inggris. Karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan menyenangkan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, melalui SKILLSTEPPER MELATI, siswa belajar secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Pembelajaran diawali dengan pretest untuk mengetahui kemampuan dasar siswa, kemudian dilanjutkan aktivitas interaktif yang melatih kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis.
Program tersebut juga memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang dipadukan dengan penguatan literasi melalui reading aloud, latihan mandiri, diskusi kelompok, hingga praktik penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMPN 1 Paringin, Syaiful Bahri mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
“SKILLSTEPPER MELATI merupakan inovasi pembelajaran yang sangat baik karena mampu mengintegrasikan literasi, teknologi, dan pembelajaran Bahasa Inggris secara efektif. Program ini memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa,” katanya.
Hal senada disampaikan salah satu guru, Risna Hidayati. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang diterapkan membuat siswa lebih aktif dan antusias mengikuti pelajaran.
“Inovasi ini sangat membantu guru dalam meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris siswa melalui pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan antusias mengikuti pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa, Akhmad Prawira Nasution, mengaku pembelajaran Bahasa Inggris kini terasa lebih mudah dan menyenangkan.
“Belajar Bahasa Inggris menjadi lebih seru dan tidak membosankan. Kami jadi lebih berani berbicara Bahasa Inggris dan lebih mudah memahami materi karena belajar sesuai level kemampuan,” ungkapnya.
Inovasi SKILLSTEPPER MELATI mulai dirancang pada Oktober 2024, diterapkan pada Maret 2025, dan memasuki fase pengembangan pada 2026. Dalam pelaksanaannya, inovasi ini melibatkan kepala sekolah, pengawas, komunitas belajar, MGMP Bahasa Inggris, OSIS, English Club, orang tua, hingga masyarakat.
Meski menghadapi kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat telepon genggam, proses pembelajaran tetap berjalan melalui pembelajaran kolaboratif, diskusi kelompok, dan pendampingan langsung oleh guru.
Hasil penerapan inovasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar, kemampuan Bahasa Inggris, serta pemahaman literasi siswa di SMPN 1 Paringin. (Rv)















