BANJARMASIN – Upaya mengurangi sampah plastik di Kota Banjarmasin terus digencarkan dengan melibatkan peran aktif masyarakat, terutama dari lingkup rumah tangga.
Dalam pertemuan rutin yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin bersama PKK kecamatan dan kelurahan di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Rabu (6/5/2026), pesan pengurangan plastik dikemas dalam kegiatan edukatif yang menyasar perubahan perilaku sehari-hari.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, serta dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Ahmad Syauqi, para camat, hingga pengurus PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam kesempatan itu, Neli menyerahkan dua set kursi berbahan EcoBrick yang akan dimanfaatkan sebagai fasilitas di taman edukasi, termasuk untuk pojok baca. Ia menyebut, pemanfaatan limbah plastik seperti ini menjadi bukti bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Semua jenis plastik sebenarnya bisa dimanfaatkan dan diolah ulang sehingga memiliki nilai ekonomi tersendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih ada beberapa jenis plastik yang sulit dihindari penggunaannya. Oleh sebab itu, menurutnya, langkah terbaik adalah memastikan plastik tersebut tidak berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan.
“Masih ada jenis plastik yang belum sepenuhnya bisa dihindari, makanya saya terus mendorong agar plastik yang masih digunakan dapat diolah kembali,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia menilai edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebatas imbauan. Pelatihan pengolahan sampah seperti pembuatan EcoBrick dan kompos menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran tersebut.
“Upaya pengurangan sampah plastik tidak hanya berhenti pada imbauan, tetapi juga dibarengi dengan pelatihan pengolahan sampah seperti pembuatan EcoBrick dan kompos,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan kebiasaan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Untuk itu, TP PKK telah menginstruksikan seluruh kader agar membiasakan diri tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja.
“Paling tidak seluruh kader PKK diwajibkan membawa wadah sendiri ketika ke pasar. Satu orang bisa menghasilkan kurang lebih 10 kantong plastik dalam sekali belanja. Kalau dikalikan sekitar 1.500 kader PKK, tentu ini sudah sangat membantu mengurangi sampah plastik,” tukasnya.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Banjarmasin berharap kesadaran masyarakat terhadap pengurangan penggunaan plastik semakin meningkat, sekaligus mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih bijak dan berkelanjutan.














