BANJARMASIN – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu orang korban yang diduga tenggelam di kawasan Kampung Sasirangan, Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada 18 April 2026 pukul 21.30 WITA oleh seorang warga melalui layanan darurat. Berdasarkan laporan itu, satu orang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Martapura.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kantor SAR Banjarmasin segera mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian.
Dalam pelaksanaannya, operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Banjarmasin, Polairud Polda Kalimantan Selatan, Polresta Banjarmasin, BPK Syuhada, Water Rescue, Borneo Rescue, serta masyarakat setempat.
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di permukaan menggunakan perahu karet bermotor, pemantauan dengan alat deteksi bawah air Aqua Eye, serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Koordinasi antarunsur juga dilakukan secara intensif menggunakan peralatan komunikasi di lapangan.
Operasi berjalan lancar dengan dukungan kondisi cuaca yang cerah. Setelah dilakukan upaya intensif, korban akhirnya ditemukan pada 20 April 2026 pukul 13.25 WITA dalam radius sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia.
SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan serta masyarakat yang turut membantu sehingga operasi berjalan aman dan efektif,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui bernama Muhammad Jaini (19), warga Kampung Sasirangan.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Ulin Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian operasi SAR dinyatakan selesai. Pada pukul 14.30 WITA, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dan resmi menutup operasi, diikuti pengembalian seluruh personel ke kesatuan masing-masing.
I Putu Sudayana juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan dan mengutamakan keselamatan guna mencegah kejadian serupa. (Sal)














