BANJARMASIN – Sebagai upaya memperkuat sistem keselamatan dan kesiapsiagaan kerja.
PAM Bandarmasih melaksanakan pelantikan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) serta Tim Tanggap Darurat di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (24/2).
Plh Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan agenda rutin tahunan.
Dengan tujuan membangun budaya kerja yang aman dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan pelaksanaan pekerjaan, baik bagi karyawan internal maupun rekanan yang bekerja di lingkungan PAM Bandarmasih,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 12 pegawai ditetapkan sebagai anggota Tim Tanggap Darurat, sementara 20 pegawai lainnya dilantik sebagai anggota P2K3.
“Keselamatan kerja sangat penting bagi kita semua agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai aturan yang berlaku,” bebernya.
Ia menegaskan, keberadaan P2K3 dan Tim Tanggap Darurat diharapkan mampu mengidentifikasi serta mengendalikan berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Kita harus memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi suatu kejadian, baik itu bencana banjir rob, kebakaran, maupun potensi bahaya lainnya,” tuturnya.
Menurutnya, tim P2K3 memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada seluruh karyawan agar siap menghadapi situasi darurat secara terkoordinasi.
“Semua ini harus terintegrasi dalam satu sistem kesatuan agar tim P2K3 dan Tim Tanggap Darurat dapat bekerja secara maksimal,” tekannya.
Disis lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti, mengapresiasi langkah PAM Bandarmasih yang dinilai konsisten memperkuat sistem keselamatan kerja.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen manajemen PAM Bandarmasih dalam melindungi keselamatan para pekerja di lingkungan kerjanya,” ucap Irfan.
Ia menambahkan, capaian PAM Bandarmasih yang sebelumnya meraih predikat zero accident menjadi bukti penerapan keselamatan kerja yang berjalan dengan baik.
“Predikat nol kecelakaan kerja ini merupakan pencapaian yang sangat bagus dan harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Dengan adanya pelantikan tersebut, Irfan berharap seluruh potensi risiko kerja dapat diidentifikasi dan dipetakan secara lebih sistematis.
“Dengan begitu, solusi dan langkah strategis untuk pencegahan dapat direncanakan sejak dini,” sambungnya.
Ke depan, ia berharap jajaran P2K3 PAM Bandarmasih semakin profesional, andal, dan mampu membangun kolaborasi yang kuat, baik secara internal maupun eksternal.
“Harapannya, sistem keselamatan kerja di PAM Bandarmasih semakin baik dan selaras dengan standar yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan,” tukasnya.
















