BANJARMASIN – Penguatan integritas kelembagaan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perubahan tata kelola pemerintahan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam sesi dialog KUUB International Convention 2026 (KIC2026) bertema “Relocating Governance: Lesson in Institutional Integrity from Capital City Transitions” yang berlangsung di Mercure Hotel Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (20/10/2026).
Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. dr. H. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., S.H., hadir sebagai salah satu pembicara dalam forum internasional tersebut. Diskusi ini menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai peran integritas, kepemimpinan, dan tata kelola kelembagaan dalam merespons dinamika perubahan di tingkat nasional maupun regional.
Keterlibatan Rektor ULM dalam forum tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dalam pengembangan pemikiran mengenai tata kelola institusi yang baik.
Dalam konteks tersebut, integritas kelembagaan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa perubahan dalam suatu organisasi berjalan dengan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab.
“Integritas kelembagaan merupakan aspek penting dalam membangun tata kelola yang baik, terutama ketika institusi menghadapi perubahan dan tuntutan untuk terus beradaptasi,” menjadi salah satu gagasan yang relevan dengan tema diskusi tersebut.
Sesi dialog yang dimoderatori oleh Dr. Rina Juwita, M.HRIR, turut menghadirkan Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, Yang Mulia Professor Madya Dr. Awang Abdul Nasir bin Haji Abdul Rani; Kepala Divisi Tata Kelola dan Integritas Kantor Registrar Universiti Putra Malaysia, YBrs. Azizi bin Ismail; serta Rektor Universitas Tanjungpura.
Kehadiran para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia memperkaya perspektif diskusi melalui pengalaman kelembagaan yang beragam. Pertemuan ini sekaligus membuka peluang untuk saling berbagi praktik dan pemikiran dalam membangun institusi yang adaptif tanpa mengesampingkan prinsip integritas.
Bagi ULM, partisipasi dalam KIC2026 menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat kolaborasi ant perguruan tinggi di kawasan Borneo. Pertukaran gagasan lintas negara diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan tata kelola pendidikan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan dalam forum internasional tersebut, ULM terus mengambil bagian dalam dialog regional yang mendorong penguatan kepemimpinan perguruan tinggi serta pengembangan institusi pendidikan tinggi yang berintegritas, responsif terhadap perubahan, dan mampu bersaing di tingkat global.














