BANJARMASIN – Seorang pria bernama Adi Imam Fizay (30), warga kawasan Kelayan, Banjarmasin Selatan, ditemukan meninggal dunia dengan luka di bagian dada setelah masuk ke rumah warga di Jalan Tembus Mantuil, Gang Munawarah RT 16, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Sebelum meninggal dunia, korban diduga masuk ke rumah warga untuk mencari perlindungan dalam kondisi bersimbah darah. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan perkelahian menggunakan senjata tajam (sajam).
Warga setempat, Nurdin mengatakan saat kejadian dirinya sedang makan bersama keluarga di dalam rumah. Ia mengaku terkejut ketika seorang pria tiba-tiba masuk ke rumahnya dan langsung menutup serta mengunci pintu.
“Dia masuk secara mendadak dan langsung menutup dan mengunci pintu rumah kami,” ujar Nurdin.
Nurdin mengaku sempat menanyakan identitas pria tersebut dan alasan masuk ke rumahnya. Namun, korban hanya menyampaikan bahwa dirinya ingin berlindung.
“Saya yang kaget pun langsung menanyakan dirinya siapa. Dia sempat menjawab, ‘Saya ikut berlindung’. Berlindung dari apa, saya juga tidak tahu,” lanjutnya.
Setelah mengunci pintu, pria tersebut kemudian terbaring di dalam rumah dengan kondisi tubuh dipenuhi darah dan tanpa mengenakan baju.
Nurdin mengatakan dirinya sempat meminta korban keluar dari rumah. Namun, permintaan tersebut tidak dihiraukan.
“Saya sempat meminta dia keluar dari rumah saya, namun tidak dihiraukan oleh pria tersebut,” katanya.
Merasa ketakutan, Nurdin bersama keluarganya kemudian keluar rumah untuk meminta bantuan warga, relawan emergency, dan pihak kepolisian. Mereka mengaku tidak berani kembali masuk sebelum petugas tiba di lokasi.
“Jadi kami juga tidak berani masuk ke dalam rumah sampai pihak kepolisian datang. Setelah diperiksa oleh pihak kepolisian, ternyata dia sudah meninggal dunia,” ucap Nurdin.
Ia mengaku tidak mengenal korban sebelumnya. Nurdin juga mengatakan tidak mendengar suara keributan atau perkelahian di sekitar rumahnya sebelum korban datang.
Tak lama kemudian, petugas kepolisian tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan serta mengungkap kronologi kejadian.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh relawan ke ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan bahwa korban mengalami penusukan dalam perkelahian masih perlu dipastikan melalui hasil pemeriksaan dan penyelidikan petugas. (Ilh)
















