BANJARMASIN – Pencarian terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari kelima, Kamis (17/9/2026). Tim SAR gabungan memperluas penyisiran melalui jalur udara dan laut untuk menemukan 129 korban yang hingga kini masih dalam pencarian.
Berdasarkan data sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, total terdapat 243 orang dalam kecelakaan kapal tersebut. Sebanyak 108 orang telah berhasil diselamatkan, enam orang ditemukan meninggal dunia, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.
Memasuki H5, operasi pencarian dibagi menjadi dua fokus utama, yakni penyisiran melalui udara dan laut. Untuk pencarian udara, helikopter Basarnas, Polri, dan TNI AL dikerahkan menyisir area sekitar 1.489 nautical mile persegi.
Sementara dari unsur laut, tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor dengan total luas sekitar 5.600 nautical mile persegi. Ratusan personel dari berbagai unsur turut dilibatkan dalam operasi tersebut.
Perkembangan penting juga terjadi dalam pencarian sebelumnya. Pada 16 September 2026, badan kapal KM Virgo Transport 8 sudah tidak terlihat di permukaan laut dari jarak sekitar 1,1 nautical mile.
Meski demikian, pencarian bawah air memberikan petunjuk baru. Unsur TNI AL menggunakan sonar aktif dan berhasil mendeteksi objek yang diduga sebagai badan kapal pada koordinat 04°31,667′ S – 114°00,245′ T.
Posisi objek tersebut diketahui bergeser sekitar 500 yard ke arah tenggara dari lokasi yang sebelumnya terdeteksi.
Selain temuan dari pencarian bawah air, tim juga menemukan sebuah life raft yang diduga berasal dari KM Virgo Transport 8 di wilayah perairan Kuala Pembuang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR terus melakukan penyisiran sesuai sektor yang telah ditentukan. Operasi tidak hanya mengandalkan unsur laut, tetapi juga diperkuat dengan pencarian dari udara serta peralatan pendeteksi bawah air.
“Seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan pertolongan hingga seluruh korban dapat ditemukan,” tegasnya.
Dalam operasi H5, sejumlah alat utama dikerahkan, mulai dari kapal SAR, kapal perang TNI AL, helikopter, pesawat udara hingga berbagai peralatan pendukung pencarian dan evakuasi.
Pelaksanaan operasi masih menghadapi tantangan berupa perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Namun, kondisi terakhir dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang sekitar 1 hingga 1,5 meter sehingga kegiatan pencarian masih dapat dilaksanakan.
Tim SAR gabungan pun terus mengoptimalkan pencarian di seluruh sektor yang telah ditetapkan. Petunjuk dari deteksi sonar maupun temuan life raft menjadi bagian dari informasi yang terus ditindaklanjuti dalam upaya menemukan korban yang masih hilang.















