BANJARMASIN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar kegiatan bedah buku koleksi perpustakaan daerah angkatan kedua, yang berlangsung di Aula Perpustakaan Palnam Banjarmasin, pada Kamis (28/8).
Kegiatan ini mengangkat karya budaya Banjar yang sarat dengan nilai pendidikan karakter, yakni buku berjudul Pendidikan Karakter dalam Peribahasa Banjar karya Aliyansah Jumbawuya.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina.
Dalam sambutannya, Adethia menekankan pentingnya perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat dan ruang dialog lintas generasi yang sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Banjar.
“Karya ini bukan sekadar sastra, melainkan cerminan kearifan lokal yang penuh nilai pendidikan karakter, sangat relevan dengan kehidupan modern,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang turut menghadirkan langsung penulis buku Aliyansah Jumbawuya, serta pembedah Prof. Drs.
Rustam Effendi, M.Pd., Ph.D., dijelaskan bahwa peribahasa Banjar merupakan warisan budaya kaya makna, yang mampu membentuk pribadi beretika, berintegritas, dan berempati.
Prof. Rustam menilai buku ini layak menjadi rujukan dalam pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 100 peserta dari berbagai kalangan pejabat struktural Dispersip, pustakawan, dosen, guru, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional RI ini diharapkan dapat memperkaya wawasan, memperkuat identitas budaya Banjar, dan mendorong lahirnya karya-karya baru yang mengakar pada nilai lokal namun tetap adaptif dengan tantangan global. (Adv/Ilh)
إرسال تعليق