BANJARMASIN – Dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Barito sempat ramai diperbincangkan dalam pemberitaan dan media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa tersebut diduga berdampak pada pembudidaya ikan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang mengalami kerugian akibat kematian ikan.
Kondisi itu pun memicu kekhawatiran masyarakat, baik di wilayah Kabupaten Barito Kuala maupun Kota Banjarmasin, terhadap keamanan air bersih yang didistribusikan oleh perusahaan air minum.
Menanggapi hal tersebut, PAM Bandarmasih memastikan bahwa air bersih yang disalurkan kepada pelanggan dalam kondisi aman dan layak untuk dikonsumsi.
Supervisor Laboratorium I IPA A Yani PAM Bandarmasih, Naima Faridha, menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi air baku yang digunakan PAM Bandarmasih masih aman dan tidak tercemar seperti yang dikhawatirkan masyarakat.
“Untuk sumber air baku kami hingga saat ini masih aman, karena air baku PAM Bandarmasih berasal dari Sungai Martapura, bukan dari Sungai Barito yang diduga tercemar limbah sawit,” jelas Naima, Selasa (27/1) siang.
Ia menambahkan, guna memastikan kualitas air baku tetap terjaga, PAM Bandarmasih secara rutin melakukan pengujian sampel air secara berkala.
“Setiap dua minggu sekali kami melakukan uji sampel air baku di intake Sungai Bilu dan Sungai Lulut. Proses pengujian dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023,” ungkapnya.
Selain itu, PAM Bandarmasih juga rutin melakukan pengujian kualitas air bersih langsung dari rumah pelanggan setiap satu bulan sekali.
“Untuk IPA I A Yani, pengujian dilakukan pada 60 pelanggan, dan untuk IPA II Pramuka juga pada 60 pelanggan,” lanjut Naima.
Berdasarkan hasil pengujian terbaru, kata Naima, kualitas air baku dari Sungai Martapura masih berada dalam kondisi aman.
“Tidak ditemukan pencemaran limbah apa pun. Hanya tingkat kekeruhan yang relatif tinggi, namun masih dapat ditangani dengan baik. Secara keseluruhan, air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan dipastikan aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (Ilh)













