BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Naskah Kuno sebagai upaya mengungkap kekayaan literasi Banua sekaligus mendorong preservasi dan digitalisasi naskah untuk generasi mendatang.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (11/3/26) ini mengusung tema “Menyingkap Tabir Literasi Banua: Urgensi Preservasi dan Digitalisasi Naskah Kuno Kalimantan Selatan untuk Generasi Mendatang.”
Dalam sambutannya, Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni menegaskan bahwa naskah kuno merupakan bagian penting dari identitas dan sejarah daerah yang harus dijaga keberadaannya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya naskah kuno sebagai warisan budaya. Tidak hanya disimpan, tetapi juga harus dilestarikan dan didigitalisasi agar tetap dapat diakses oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi menjadi peluang besar dalam upaya penyelamatan naskah-naskah lama yang rentan rusak seiring waktu.
“Digitalisasi menjadi langkah strategis agar nilai-nilai yang terkandung dalam naskah kuno tetap hidup dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan,” tambahnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional RI, Tri Luki Cahya Dini, yang membahas pentingnya preservasi dan alih media bahan perpustakaan. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh moderator Mery Rahmanida.
Selain sebagai wadah edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kekayaan literasi lokal Kalimantan Selatan.
Dengan adanya sosialisasi ini, Dispersip Kalsel berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya Banua yang tak ternilai. (Adv/ilh)
















