BANJARMASIN – Momentum bulan suci Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan hidup sehat, termasuk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut agar ibadah puasa dapat dijalani dengan nyaman.
“Puasa seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebersihan gigi dan rongga mulut,” kata Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, di Banjarmasin, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa perubahan pola makan selama Ramadan, terutama saat berbuka dan sahur, perlu diimbangi dengan pilihan makanan yang tepat agar tidak berdampak buruk pada kesehatan gigi.
“Saat berbuka puasa sebaiknya mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah, karena selain baik untuk tubuh juga membantu menjaga kebersihan rongga mulut,” ujarnya.
Menurut Mashuda, sisa makanan yang tertinggal di dalam rongga mulut dapat menjadi pemicu utama berbagai masalah gigi apabila tidak segera dibersihkan.
“Jika sisa makanan dibiarkan hingga 24 jam, lama-kelamaan akan mengeras dan membentuk karang gigi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa makanan yang mengandung gula dan karbohidrat, termasuk nasi, berpotensi mempercepat proses kerusakan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
“Gula dan karbohidrat sangat mudah difermentasi bakteri di mulut, sehingga risiko gigi berlubang menjadi lebih tinggi,” bebernya.
Oleh karena itu, Mashuda mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan menyikat gigi secara rutin meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
“Biasakan menyikat gigi pada malam hari sebelum tidur, terutama setelah salat tarawih,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menganjurkan menyikat gigi setelah sahur atau sebelum waktu Subuh agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal selama berpuasa.
“Dengan kebersihan gigi yang terjaga, puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa gangguan kesehatan,” tutup Mashuda.
















