BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel merencanakan pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru.
Hal ini dilakukan sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memenuhi standar pemerataan pendidikan di daerah.
“Pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi target satu kecamatan memiliki minimal satu sekolah menengah atas,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedy Hidayat di Banjarbaru, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan sekolah tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun 2025 melalui penyusunan Detailed Engineering Design (DED) sebagai tahapan awal perencanaan proyek.
“Perencanaan pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru telah dimulai sejak 2025 dengan penyusunan Detailed Engineering Design atau DED,” katanya.
Menurut Dedy, pembangunan sekolah baru ini juga dipicu oleh meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan fasilitas pendidikan tingkat menengah atas di kawasan tersebut.
“Saat ini kawasan itu mulai berkembang dan pemukimannya semakin padat, sehingga kebutuhan sekolah menengah atas menjadi sangat mendesak,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini di wilayah tersebut telah berdiri SMP Negeri 15 Banjarbaru, namun belum tersedia SMA yang dapat menampung para lulusan dari sekolah tersebut.
“Saat ini sudah ada SMPN 15 Banjarbaru di daerah tersebut, namun kita melihat belum ada sekolah menengah atas yang menampung para lulusan SMP tersebut,” bebernya.
Rencana pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru juga mendapat dukungan dari Pemko Banjarbaru yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Pemerintah Kota Banjarbaru telah menghibahkan lahan kurang lebih dua hektare yang lokasinya berada tidak jauh dari SMP Negeri 15 Banjarbaru,” bebernya.
Untuk tahap awal, Pemprov Kalsel telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,9 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dasar sekolah.
“Pembangunan tahap awal akan difokuskan pada fasilitas utama seperti ruang kepala sekolah, ruang belajar atau rombongan belajar, serta fasilitas sanitasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa proses lelang pembangunan direncanakan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami menargetkan pembangunan fisik tahap pertama dapat selesai sebelum akhir tahun 2026,” tuturnya.
Ia berharap sekolah tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2027 dan mampu menampung peserta didik baru dari kawasan sekitar.
“Target kami, SMA Negeri 6 Banjarbaru bisa mulai beroperasi pada 2027 dan penerimaan siswa baru direncanakan dibuka pada Juli 2027 dengan kapasitas awal sekitar dua rombongan belajar,” tukasnya.
















