JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah dalam mengelola transisi ekonomi nasional melalui tiga pilar utama, yakni pertumbuhan tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum Bloomberg Technoz bertema Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities di Jakarta, Kamis (12/2).
Menurut Menkeu, ketiga pilar tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekspansi ekonomi.
“Strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo bisa dilihat dari banyak angle, tapi yang saya terjemahkan dari sisi Soemitronomics ada tiga: pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial. Kalau ketiganya tidak ada, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bisa tercipta,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, sejak September 2025 pemerintah telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan dorongan sektor riil.
Kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah diminta mempercepat belanja, sementara likuiditas di sistem perekonomian turut ditambah agar penyaluran kredit meningkat.
“Fiskal kita dorong, moneter kita dorong, sektor swasta kita dorong juga. Itu yang membalikkan arah ekonomi kita di akhir tiga bulan tahun lalu,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga membentuk task force debottlenecking guna mengurai berbagai hambatan di dunia usaha. Melalui mekanisme tersebut, pelaku bisnis dapat menyampaikan kendala secara daring untuk dibahas dalam sidang mingguan.
“Kalau ini kita jalankan konsisten setiap minggu, saya yakin dalam setahun hampir semua bottleneck di dunia bisnis bisa kita hilangkan,” tegasnya.
Menkeu mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir pascapandemi Covid-19. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,4 persen, dengan ambisi mendorongnya mendekati 6 persen.
“Triwulan pertama ini kita akan injeksi semua stimulus yang ada di bank sentral dan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi agar ekspansi bisa berjalan. Target APBN 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong semaksimal mungkin ke arah 6 persen,” ujarnya.
Pemerintah optimistis ekspansi ekonomi akan terus berlanjut hingga 2030–2031, seiring konsistensi kebijakan dan penguatan sektor produktif nasional.
(Humas Kemenkeu)













