JAKARTA – Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Minggu (29/3) menjadi salah satu langkah diplomasi penting untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat kabinet, termasuk Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang membawa agenda penguatan kerja sama di sektor energi.
Kehadiran Menteri ESDM dalam rombongan presiden menunjukkan bahwa sektor energi menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan bilateral Indonesia–Jepang.
Pemerintah berharap kerja sama yang terjalin dapat membuka peluang investasi sekaligus mendorong pengembangan energi bersih dan berkelanjutan.
“Kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang memiliki prospek yang sangat besar, terutama untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia.
Ia menjelaskan bahwa Menteri ESDM ikut dalam rombongan penerbangan bersama presiden sebagai bagian dari pembahasan kerja sama strategis tersebut.
“Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang. Ada beberapa kerja sama yang dibahas, termasuk sektor energi untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” paparnya.
Menurutnya, peran Bahlil dalam kunjungan tersebut cukup penting untuk memastikan peluang kerja sama yang dibahas dapat diterjemahkan menjadi kesepakatan konkret yang bermanfaat bagi kedua negara.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan kenegaraan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.
Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Naruhito serta menggelar pembicaraan bilateral dengan pemerintah Jepang di Tokyo.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari investasi, energi, kelautan, hingga digital,” katanya.
Lawatan ini juga menjadi bagian dari upaya diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat posisi strategis di kawasan Asia Timur sekaligus memperluas kerja sama ekonomi dan teknologi dengan Jepang.
Selain Menteri ESDM, rombongan presiden juga diikuti Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.















