BANJARMASIN – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Baabut Taqwa, Sabtu (21/3).
Ratusan warga binaan pemasyarakatan yang beragama Islam tampak memadati area masjid hingga halaman, mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh haru dan rasa kebersamaan bersama jajaran petugas pemasyarakatan.
Pelaksanaan salat dipimpin oleh Ustadz H. Ahmad Syaifullah, S.Th.I yang bertindak sebagai imam sekaligus khotib.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa hari kemenangan bukan hanya dimaknai sebagai kembalinya manusia kepada kesucian, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Idul Fitri seharusnya menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk memperkuat sikap saling memaafkan serta menumbuhkan rasa kasih sayang di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa makna kemenangan sejati terletak pada kemampuan seseorang menjaga integritas.
“Kemenangan Idul Fitri sejatinya adalah ketika kita mampu tetap jujur, lurus, dan konsisten dalam kebaikan, baik saat diawasi maupun tidak,” ujarnya dalam khutbah.
Ia juga menambahkan bahwa Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial, baik dengan keluarga, sesama manusia, maupun lingkungan sekitar.
Dengan demikian, semangat kebersamaan dan kepedulian dapat terus tumbuh setelah Ramadan berlalu.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, hadir bersama jajaran pegawai dan turut bergabung dalam saf salat.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, yang menambah suasana silaturahmi pada hari raya.
Rangkaian ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Gema takbir yang berkumandang di dalam masjid menjadi pengingat akan makna Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali memperbaiki diri dan menata langkah ke depan.
Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri kepada warga binaan yang beragama Islam.
Remisi tersebut merupakan bentuk penghargaan dari negara bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.
Salah satu warga binaan, Agung, mengungkapkan rasa syukur karena masih dapat merasakan suasana hari raya meskipun berada di dalam lapas.
“Alhamdulillah, kami tetap bisa melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama. Suasana kebersamaannya sangat terasa dan menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” katanya.
Sementara itu, Kalapas Akhmad Herriansyah menyampaikan bahwa Idul Fitri juga menjadi momen refleksi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan pelayanan.
Ia menuturkan bahwa momentum hari raya dapat menjadi pengingat untuk kembali menata niat serta memperkuat komitmen dalam bekerja secara bertanggung jawab.
“Ini saat yang tepat bagi kita semua untuk memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui semangat Idul Fitri, jajaran pemasyarakatan diharapkan terus menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas, sejalan dengan nilai-nilai pembinaan dalam sistem pemasyarakatan.















