BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) terus memperkuat layanan literasi digital bagi masyarakat
Saat ini, aplikasi perpustakaan digital i-Kalsel telah menyediakan lebih dari 10 ribu judul buku yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Aplikasi i-Kalsel yang diluncurkan sejak tahun 2018 ini dikelola langsung oleh Dispersip Kalsel dan dapat diunduh melalui Google Play Store.
Kehadiran aplikasi ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengakses bahan bacaan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni mengatakan hingga kini i-Kalsel telah memiliki 1.750 pengguna aktif dengan koleksi mencapai 10.384 judul buku, terdiri dari 27.208 salinan digital.
“Koleksi buku di i-Kalsel terus kami tambah agar bisa memenuhi kebutuhan para pemustaka. Selain layanan digital, perpustakaan konvensional juga terus kami tingkatkan untuk menunjang literasi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (26/1/2026).
Sri Mawarni juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Kalimantan Selatan, untuk memanfaatkan aplikasi i-Kalsel sebagai sarana menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
“Kalau tidak sempat datang langsung ke perpustakaan, masyarakat bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi i-Kalsel. Bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang. Di era digital, i-Kalsel dapat menjadi salah satu referensi bacaan,” tambahnya.
Selain itu, Dispersip Kalsel akan terus melakukan sosialisasi agar jumlah pengguna dan pemanfaatan aplikasi i-Kalsel semakin meningkat, sehingga akses literasi dan informasi di Kalimantan Selatan dapat menjangkau lebih luas.
Aplikasi i-Kalsel dapat diakses melalui berbagai perangkat, mulai dari komputer berbasis web, laptop, tablet, hingga ponsel pintar, sehingga memudahkan masyarakat membaca buku kapan saja dan di mana saja. (Adv/Ilh)













