BANJARMASIN – Seni pertunjukan kembali dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), tim dosen Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Festival Tari Anak bertajuk Tari Kelinci di Aula Pendopo Komplek Purnama Permai 3, Sungai Andai, Banjarmasin, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk mengembangkan keterampilan motorik, kreativitas, serta rasa percaya diri melalui seni tari. Festival tersebut diikuti perwakilan guru dan siswa dari berbagai taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) di Kota Banjarmasin.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Edlin Yanuar Nugraheni, M.Sn., bersama tim yang terdiri dari Dr. Sri Hidayah, M.Sc., dan Wahyu Pratama, S.Sn., M.Pd. Melalui kegiatan tersebut, para dosen menerapkan pendekatan pembelajaran yang terstruktur agar anak-anak dapat belajar gerak tari dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen menggunakan metode Direct Instruction atau instruksi langsung yang dirancang khusus untuk membantu anak memahami setiap gerakan secara bertahap.
Anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan dengan gerakan dasar melalui demonstrasi, kemudian mengikuti sesi latihan terbimbing sebelum akhirnya menampilkan hasil pembelajaran mereka dalam festival.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Edlin Yanuar Nugraheni, menjelaskan bahwa seni tari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan fisik dan mental anak.
“Melalui metode yang tepat, anak-anak dapat mengembangkan koordinasi gerak, konsentrasi, serta keberanian untuk tampil di depan umum. Kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran seni dapat menjadi media pendidikan yang efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi internasional. Hadir sebagai pengamat, Prof. Kenta Kishi dari Akita University of Art, Jepang, serta Prof. Louie A. Divinagracia dari Filipina yang memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Prof. Kenta Kishi menilai pendekatan yang diterapkan mampu menggabungkan unsur pembelajaran yang terarah dengan suasana festival yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti setiap instruksi. Ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan berhasil menciptakan proses belajar yang efektif sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi,” katanya.
Sementara itu, Prof. Louie A. Divinagracia menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak.
“Pemanfaatan seni pertunjukan sebagai sarana pembelajaran mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter dan keterampilan peserta didik sejak usia dini,” tukasnya.
Festival ditutup dengan penampilan bersama Tari Kelinci yang dibawakan seluruh peserta. Penampilan tersebut menjadi simbol keberhasilan program dalam menghadirkan pembelajaran seni yang edukatif, kreatif, dan bermanfaat bagi perkembangan anak-anak di Kota Banjarmasin.
















