Balangan- Memasuki minggu pertama masa transisi pemulihan pascabanjir di Kabupaten Balangan, sejumlah langkah perbaikan mulai dijalankan pemerintah daerah. Masa transisi pemulihan tersebut ditetapkan sejak berakhirnya status tanggap darurat bencana pada 5 Januari hingga 4 Februari 2026.
Pada tahap awal transisi pemulihan, fokus utama diarahkan pada perbaikan rumah warga terdampak banjir dan banjir bandang. Pendataan serta perhitungan kebutuhan perbaikan telah dilakukan agar proses penanganan berjalan tepat sasaran.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, mengatakan selama satu minggu pelaksanaan masa transisi, sejumlah rumah warga sudah mulai diperbaiki dengan mendatangkan material bangunan dan tenaga pekerja.
“Progres yang sudah dilaksanakan satu minggu ini, sudah ada beberapa buah rumah yang dilakukan perbaikan, yaitu dengan mendatangkan material serta juga pekerja,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Sebanyak 48 rumah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan. Saat ini, progres perbaikan beberapa rumah dilaporkan telah mencapai 30 hingga 70 persen.
Selain sektor perumahan, pemulihan bidang pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Para siswa di wilayah terdampak kini sudah mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar meskipun fasilitas pendidikan masih terbatas.
“Mereka sudah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar, walaupun dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas dan semoga awal minggu ini sudah bisa dimulai penggantian pakaian seragam dan peralatan sekolah,” kata Rahmi.
Pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga warga terdampak juga menjadi bagian penting dalam program transisi pemulihan. Pemerintah daerah menyiapkan bantuan berupa peralatan makan dan peralatan masak yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang.
“Kemudian juga semoga mulai awal minggu ini dapat dilakukan penyediaan peralatan makan dan peralatan masak warga yang kemarin rusak terdampak dari banjir bandang,” tambahnya.
BPBD Balangan memastikan progres masa transisi pemulihan akan terus dipantau setiap minggu agar seluruh program penanganan dapat berjalan optimal dan masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal. (Sal)
















