Balangan- Pemerintah Kabupaten Balangan melalui BPBD terus memperkuat upaya pemulihan pascabencana banjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah. Selain fokus pada pemulihan fisik, perhatian serius juga diberikan terhadap kesehatan mental masyarakat terdampak.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan Psikososial Trauma Healing bertajuk “Pulihkan Senyum Balangan” yang dilaksanakan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan rehabilitasi pascabencana yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis warga.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Balangan, Sairil Fajeri, mengatakan pendampingan psikososial menjadi langkah penting agar masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas secara normal.
Ia menjelaskan, bencana banjir dan banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan trauma yang berdampak pada kondisi mental warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
“Pemerintah Kabupaten Balangan berkomitmen hadir secara menyeluruh dalam penanganan pascabencana. Pemulihan psikologis masyarakat menjadi prioritas agar mereka dapat pulih dan kembali beraktivitas,” ujar Sairil, Sabtu (10/1/2026).
Desa Gunung Batu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena termasuk wilayah terdampak yang membutuhkan pendampingan lanjutan. Melalui trauma healing tersebut, warga diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, memperoleh dukungan emosional, serta pendampingan guna mengurangi trauma pascabencana.
Kegiatan itu dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor antara Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Balangan bersama GEKRAFS Balangan, KNPI Balangan, INAGA Balangan, serta CV Hayau Barait Bersama.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang optimal, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Balangan berharap dukungan psikologis bagi warga terdampak banjir dan banjir bandang dapat terus berlanjut sehingga proses pemulihan pascabencana berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan. (Sal)
















