BANJARMASIN – Manajemen Barito Putera menggelar pertemuan bersama suporter sebagai langkah konsolidasi menyikapi penurunan performa tim dalam beberapa laga terakhir. Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin, Selasa dini hari (24/2/2026).
“Kami berkumpul untuk menyatukan kembali semangat perjuangan dan memperkuat komitmen bersama demi kebangkitan Barito Putera,” ujar Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, dalam forum tersebut.
Pertemuan itu digelar sebagai respons atas hasil minor yang diraih Laskar Antasari dalam enam pertandingan terakhir putaran ketiga Kompetisi Championship.
Dimana hal ini berdampak pada menipisnya peluang promosi ke Liga 1. Kondisi tersebut mendorong manajemen membuka ruang dialog secara terbuka dengan suporter.
“Kami menyadari hasil ini jauh dari harapan, dan kami memahami kekecewaan yang dirasakan suporter,” ucapnya.
Diskusi berlangsung terbuka dengan memberi kesempatan kepada perwakilan suporter untuk menyampaikan kritik, masukan, serta pertanyaan terkait performa tim.
Manajemen menyatakan seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi internal jelang tujuh laga tersisa.
“Kami mohon maaf atas enam pertandingan terakhir yang tidak sesuai harapan, dan kami mohon doa serta dukungan agar tim bisa kembali ke jalur kemenangan,” lanjutnya.
Ia kembali mengingat pesan almarhum Abah yang menyebut Barito Putera bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas masyarakat Banua.
“Barito Putera itu ibarat manusia, kami sebagai badannya dan rohnya adalah suporter serta masyarakat Banua, tanpa dukungan, kami seperti jasad tanpa nyawa,” tuturnya.
Hasnuryadi menegaskan bahwa Barito Putera hadir untuk menjadi pemersatu dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan melalui olahraga.
“Kami ada untuk masyarakat Banua, dan kami ingin Barito menjadi pride of Banua,” tekannya.
Disisi lain, perwakilan suporter Barito Putera, Rajib mengatakan manajemen dan suporter sepakat mengesampingkan perbedaan serta memusatkan perhatian pada target bersama, yakni memaksimalkan tujuh pertandingan tersisa demi menjaga peluang promosi.
“Semua pertanyaan dan kritik kami sampaikan langsung, dan manajemen menjawabnya secara terbuka,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan suporter tidak akan surut meskipun tim tengah berada dalam tekanan.
Menurutnya, kondisi sulit justru menjadi ujian loyalitas suporter terhadap tim kebanggaan Banua.
“Kami sebagai suporter punya tanggung jawab moral untuk terus mengawal Barito Putera sampai akhir kompetisi,” tegasnya.
Usai pertemuan tersebut, manajemen dan suporter sepakat bahwa tujuh laga sisa adalah tujuh final yang harus dijalani dengan semangat juang tinggi, fokus penuh kini diarahkan ke pertandingan terdekat.
Barito Putera dijadwalkan bertandang ke markas Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada akhir pekan mendatang, yang dipandang sebagai momentum awal kebangkitan Laskar Antasari.
















