BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan mewujudkan strategi kerja sama bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin dan PT Ruang Raya Indonesia (Ruang Guru).
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Banjarmasin, Rabu (21/1/2026).
Penandatanganan kerja sama dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, didampingi Sekretaris Daerah Ikhsan Budiman. Turut hadir Kepala Bapas Kelas I Banjarmasin Nirhono Jatmokoadi, Branch Manager PT Ruang Raya Indonesia Ayu Lestari, para kepala SKPD, serta jajaran terkait lainnya.
Melalui kerja sama dengan Bapas Kelas I Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin akan bersinergi dalam pelaksanaan pidana kerja sosial, pidana pelayanan masyarakat, hingga pelatihan pidana kerja bagi klien pemasyarakatan.
Program ini diharapkan tidak hanya mendukung proses pelatihan, tetapi juga mendorong reintegrasi klien sosial pemasyarakatan agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, kolaborasi dengan Ruang Guru difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah pertama di Kota Banjarmasin. Kerja sama ini diarahkan untuk mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April mendatang.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin memandang perlunya adanya persiapan akademik sejak dini bagi peserta didik.
Menurutnya, hasil TKA nantinya dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat kesiapan akademik siswa.
“Melalui kerja sama dengan Ruang Guru, kami akan menyelenggarakan program uji coba sebagai sarana latihan sekaligus memetakan kemampuan siswa. Dari situ, pemerintah bisa melakukan pendampingan dan intervensi yang lebih tepat sasaran,” ungkap Ryan.
Ia menambahkan, program mega tryout tersebut rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada Februari 2026 dan tidak dipungut biaya. Khusus untuk peningkatan SMP, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 8.000 siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Mata pelajaran yang akan diujikan meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika.
Ryan juga menyebutkan bahwa apabila pelaksanaan TKA terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, pola kerja sama ini akan dikembangkan lebih lanjut, termasuk melalui penyediaan modul pembelajaran serta pelatihan khusus bagi siswa dan pendidik.
Sementara itu, Branch Manager PT Ruang Raya Indonesia Ayu Lestari menyatakan kesiapan Ruang Guru untuk memberikan pendampingan lanjutan berdasarkan hasil tryout dan TKA siswa se-Kota Banjarmasin. Pendampingan tersebut mencakup tryout berkala serta sosialisasi terkait sistem evaluasi pembelajaran yang kini berbeda dengan Ujian Nasional.
Menurut Ayu, Tes Kemampuan Akademik memiliki karakteristik tersendiri dan tidak dapat disamakan dengan Ujian Nasional. Meski tidak bersifat wajib, hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan kesiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat pelatihan sosial di masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. (Ilh)












