BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memastikan seluruh persiapan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin, 12 Januari 2026, telah memasuki tahap akhir dan berada pada tingkat kesiapan hampir sempurna.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Muhidin usai mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Kerja Presiden RI yang digelar di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (9/1/2026).
“Alhamdulillah, hari ini rapat kedua sudah ada kepastian. Sekarang bisa dikatakan persiapan sudah sekitar 99 persen. Presiden dijadwalkan hadir pada 12 Januari sekitar pukul 11.00 Wita,” ujar Muhidin.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah disiapkan sesuai permintaan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial, guna memastikan kelancaran kunjungan dan penyambutan Presiden beserta tamu undangan.
“Semua kebutuhan dari Kementerian Sosial kita penuhi. Apapun kebutuhannya kita siapkan agar pada saat kedatangan nanti tidak ada kekurangan dalam menjamu tamu,” tegasnya.
Kunjungan Presiden RI ke Kalimantan Selatan tersebut direncanakan dalam rangka peresmian Sekolah Rakyat, yang merupakan salah satu program nasional. Awalnya, lokasi peresmian direncanakan berlangsung di Pulau Jawa, termasuk Bekasi.
Namun Presiden menghendaki agar kegiatan tersebut dilaksanakan di luar Pulau Jawa, dan Kalimantan Selatan akhirnya dipilih sebagai lokasi peresmian.
“Presiden tidak ingin pelaksanaan di Jawa. Beliau ingin di luar Pulau Jawa. Alhamdulillah, Kalimantan Selatan sudah siap dan akhirnya disepakati peresmian dilaksanakan di sini,” ungkap Muhidin.
Selain Presiden RI, sejumlah menteri kabinet, para gubernur, bupati dan wali kota, serta perwakilan penyelenggara Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan turut hadir dalam agenda nasional tersebut.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyiapkan pengaturan lalu lintas, termasuk pembatasan kendaraan berat di jalur yang akan dilalui rombongan Presiden.
“Pada hari Senin, jalur yang dilalui Presiden akan kita sterilkan dari truk. Kendaraan berat akan dihentikan sementara dan baru diizinkan melintas kembali pada sore hari agar tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.
Selain itu, pengaturan parkir juga telah dipersiapkan di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Jalan Trikora yang dinilai memiliki kapasitas memadai untuk menampung kendaraan tamu undangan.
Terkait agenda Presiden selama berada di Kalimantan Selatan, Muhidin menyampaikan bahwa Presiden akan fokus pada peresmian Sekolah Rakyat se-Indonesia, sementara agenda peninjauan lokasi banjir telah lebih dulu diwakili oleh Wakil Presiden RI.
“Presiden datang untuk meresmikan Sekolah Rakyat se-Indonesia di Kalimantan Selatan. Ini merupakan sebuah penghargaan luar biasa bagi daerah kita,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, serta seluruh kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (MC Kalsel/Ilh)


Posting Komentar